Jakarta. Bunaken.co.id.- Festival pendidikan berbasis keluarga dengan tema Sukacita Belajar adalah kegiatan yang diadakan oleh beberapa komunitas praktisi sekolah rumah atau yang biasa dikenal dengan homeschooling.

Kegiatan yang merupakan wujud dari kepedulian para praktisi homeschooling yang dalam kesehariannya masih belum mendapatkan pengakuan di masyarakat sehingga mereka harus selalu berhadapan dengan berbagai kesulitan akibat dari minimnya informasi mengenai homeschooling.

Beberapa kesulitan di antaranya adalah kesalahan masyarakat dalam memahami legalitas homeschooling, praktik belajar homeschooling yang dianggap hanya bisa dilakukan oleh guru, anggapan anak homeschooling yang tidak akan punya teman dan kesulitan bersosialisasi, serta banyak hal lainnya yang mengakibatkan masyarakat memandang para praktisi homeschooling sebagai orang-orang yang ‘anti sekolah’.
Seperti peribahasa yang mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang’, festival pendidikan berbasis keluarga ini diadakan sebagai sarana edukasi dan sosialisasi mengenai homeschooling kepada masyarakat supaya masyarakat mengenal lebih dekat apa itu homeschooling dan diharapkan dengan adanya pemahaman yang tepat, tidak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi di kalangan masyarakat dan praktisi homeschooling tidak lagi dipandang sebelah mata di dalam masyarakat.
Selain itu festival ini juga diharapkan dapat membantu para orangtua yang sedang mencari informasi mengenai homeschooling untuk memenuhi kebutuhan belajar anaknya.
Acara ini juga mengundang Aar Sumardiono, seorang praktisi homeschooling senior yang sering mengadakan webinar tentang homeschooling sekaligus penulis buku dan pemerhati pendidikan yang membahas tentang Apa itu Homeschooling dalam praktik kesehariannya.
Selain itu Koordinator Nasional Perkumpulan Homeschooling Indonesia (PHI), Ellen Kristi hadir untuk menjawab kepastian legalitas homeschooling dan kedudukannya di dalam sistem pendidikan Republik Indonesia.(Bat)

Tinggalkan Balasan