Manado.bunaken.co.id.- Pelayanan obat Apatek di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou, menuai sorotan.
Banyak keluarga pasien BPJS mengaku kecewa dikarenakan resep dokter untuk pengambilan obat di apotek sering tidak tersedia.

Seperti yang dialami pasien bernama Maikel, sudah sekitar dua bulan menjalani rawat jalan di RSUP Kandou.
“Rawat jalan di Poli Rematologi pelayanan relatif baik, tapi obat yang diresepkan dokter ambil di apotek sering tidak tersedia,” ujar Maikel.
Dia menceritakan kunjungan rawat jalan terbaru, Selasa, 1 November 2022, di Poli Rematologi.
“Setelah pemeriksaan dokter, dapat resep dua macam obat ambil di apotek tapi kosong,” tukas Maikel.
Ternyata, lanjut dia, obat tidak tersedia di apotek sesuai resep dokter sudah sering terjadi.
“Jadi, bukan baru sekali kejadian tapi sudah sering saya alami. Bisa disimpulkan kejadian begini juga dialami sebagian besar pasien,” katanya.
Pihak RSUP Kandou yang dikonfirmasi melalui Sub Koordinator Pelayanan Penunjang Medik, Agus Setiawan, mengakui pihak rumah sakit mengalami kendala pada pengadaan obat.
“Obat generik yang kami pesan melalui e-katalog sering tidak ada. Tapi kami berusaha cari dan kirim ke rumah pasien bagi yang melapor,” jelas Agus Setiawan yang ditemui wartawan di kantor RSUP Kandou, Selasa sore.
Anggota DPRD Sulut, Ir. Julius Jems Tuuk, menilai kendala pengadaan obat di RSUP Kandou adalah masalah serius.
“Ini masalah serius, juga harus mendapatkan perhatian serius dari direksi! Cara pelayanan seperti ini pasti menyusahkan dan merugikan pasien,” tegas Jems Tuuk.
Tambah Jems Tuuk, DPRD akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen RSUP Kandou.
“DPRD provinsi akan memanggil hearing direksi rumah sakit Kandow untuk menjelaskan kepada rakyat Sulut mengapa hal ini terjadi,” pungkas legislator terbaik peraih penghargaan Forward’s Award ini.(Redaksi/sonny)
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan