TONDANO, Bunaken.co.id – Panggung Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Desa Touliang Oki, Kecamatan Eris, kini punya magnet baru. Nama Djolly Afrits Sualang, SH, MH, mencuat sebagai sosok yang tidak hanya menawarkan janji, tapi membawa angin perubahan dengan visi yang terukur.
Dikenal dengan pribadi yang murah senyum dan ringan tangan, mantan dosen Fakultas Hukum yang juga seorang pengacara ini sukses mencuri perhatian warga. Kedekatannya dengan masyarakat bukan sekadar bumbu politik, melainkan cerminan karakter aslinya yang gemar bergaul dengan lintas generasi.
Kemeriahan nampak jelas pada Kamis (23/4/2026), saat Djolly Sualang bersama tim pemenangan dan pendukung militannya menggelar konvoi persahabatan menuju Pantai Sawangan, Tondano. Ratusan kendaraan memadati jalur, menunjukkan betapa besarnya basis dukungan bagi figur yang akrab disapa JSK ini.
“Visi saya sederhana namun mendalam: Maju Bersama, Sejahtera Bersama. Saya ingin desa kita tidak sekadar berjalan di tempat, tapi berlari mengejar ketertinggalan melalui pemerintahan yang terbuka dan partisipatif,” tegas Djolly.
Dalam orasi visinya, Djolly menyoroti beberapa poin krusial yang selama ini menjadi keluhan warga yakni Transformasi Ekonomi: Ia berencana menggandeng instansi terkait untuk menjadikan Touliang Oki sebagai Desa Industri, lengkap dengan pelatihan skill bagi warga.
Transparansi Bantuan: Djolly menjamin bantuan sosial akan tepat sasaran melalui musyawarah terbuka untuk menghindari kecemburuan sosial.
Infrastruktur Modern: Pembangunan Kantor Desa dan Gedung Serba Guna (GSG) akan menjadi prioritas sebagai pusat aktivitas warga dan inovasi anak muda.
Pelestarian Budaya: Mengaktifkan kembali ruang bagi kesenian lokal seperti Mengket bahasa Toudano, Kabasaran, dan semangat Mapalus agar tetap lestari di tangan generasi penerus.
Solusi Fasilitas Umum: Penataan lahan pekuburan baru yang lebih rapi serta optimalisasi peran PKK dalam membantu keluarga prasejahtera.
Menariknya, rekam jejak Djolly juga didukung oleh pengalaman sang istri, Greity Kawilarang, yang merupakan mantan Kepala Desa Touliang Oki dan pernah mengabdi sebagai Lurah di Kota Manado. Kolaborasi pengalaman ini diyakini akan menjadi modal kuat dalam memimpin desa.
Ketua Tim Pemenangan JSK, Jemmy Politon, optimis bahwa masyarakat menginginkan pemimpin yang cerdas dan berintegritas. Berdasarkan data lapangan, ia mengklaim dukungan bagi Djolly Sualang telah menembus angka di atas 70%.
Dukungan serupa datang dari tokoh-tokoh berpengaruh. Tonaas LMI Minahasa, Noldy Budo Lila, bersama deretan tokoh masyarakat seperti Robert Politon, Ferry Tutun Sualang, dan puluhan tokoh lainnya, menyatakan bahwa Djolly adalah sosok paling tepat untuk melakukan terobosan besar.
“Kita butuh pembaruan. Kemampuan intelektual dan kerendahan hati Pak Djolly adalah kombinasi yang dibutuhkan Touliang Oki saat ini,” ujar Ferry Tutun Sualang penuh keyakinan.
Kini, warga Desa Touliang Oki menaruh harapan besar di pundak sang pengacara. Akankah visi “Maju Bersama” ini menjadi kenyataan? Satu yang pasti, kehadiran Djolly Sualang telah memberikan standar baru bagi kepemimpinan di desa tersebut.
(Hence Karamoy)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan