Bitung, Bunaken.Co.Id-Seluruh Jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 39,8 kilometer kini tuntas dan siap dimanfaatkan untuk mendukung seluruh aktivitas masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo seksi Danowudu-Bitung sepanjang 13,5 Kilometer.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bitung, Ramlan Irfan, yang bersyukur dan berikan beberapa catatan atas peresmian tersebut Ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, Jumat (25/02/2022) disalah satu Kedai Kopi yang ada di Kota Bitung.
Menurutnya, hal ini bisa mempermudah dan memperlancar akses barang dan juga akses masyarakat secara umum.
Adapun beberapa catatan penting yang tidak lepas dari pembangunan Tol tersebut terkait tarif bagi mobil angkutan bertonase besar, pembebasan lahan dan pembangunan untuk jalan bebas hambatan itu.
“Berkaca dari kota-kota besar yang lain, memang paling banyak mobil besar itu masuk jalan Tol. Apakah para pengusaha ini telah siap atau belum. Karena ada ketambahan extra cost di situ. Kedua, akses dari Bitung ke Manado itu, tidak langsung ke sasaran seperti daerah Minut ya untuk kawasan pergudangan,” ujar Haji Olan, sapaan akrab Ramlan Irfan.
Sementara untuk tarif jalan Tol, lanjut Haji Olan yang juga selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) ini mengusulkan kepada Jasa Marga untuk memberikan insentif khusus kepada para pengusaha transportasi.
“Dimana mereka juga untuk menaikan cost 10 ribu, 20 ribu itu sangat berpengaruh. Artinya, saya mendorong untuk Jasa Marga mengkaji kembali tarif jalan Tol buat angkutan besar,” ungkapnya.
Dirinya juga menambahkan kehadiran Presiden bisa bereskan polemik terkait Tol Manado-Bitung. Pasalnya menurut Haji Olan kalau tidak ada penyelesaian ini memalukan bagi orang nomor satu di Indonesia.
“Saya merasa, kalau Pak Presiden sudah datang begini, artinya semua yang permasalahan di Kota Bitung mengenai pembebasan jalan tol dan pembangunan jalan tol harusnya sudah clear. Karena kalau tidak clear, ini sangat memalukan kepada orang nomor satu di negara ini. Beliau sudah meresmikan tapi para yang membangun jalan Tol ini masih punya utang kepada masyarakat yang ada di Kota Bitung, dalam hal ini seperti di Pateten Tiga dan Kakenturan,” terangnya.
Ia berharap adanya penyelesaian terhadap perubahan polemik Tol Manado-Bitung dalam waktu dekat ini.
“Harapan saya, itu bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Karena kalau ini mencuat, saya paling khawatir kalau mencuat pas Presiden ada. Ini sangat memalukan kepada Jasa Marga pihak pengembangan jalan Tol itu sendiri,” harapnya. (Cal)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan