Tahuna, Bunaken.co.id – Kabupaten Kepulauan Sangihe dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies. Selang Januari hingga awal Maret ada 125 warga yang digigit anjing. Dari jumlah tersebut 5 diantaranya meninggal dunia.

Pemda Kabupaten Kepulauan Sangihe lewat Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) serta Dinas Kesehatan bekerja sama secara terpadu dalam penanganan KLB Rabies tersebut.

Penanganan KLB Rabies tersebut diinstruksikan langsung Bupati Jabes Ezar Gaghana, SE, ME pada Murenbang Kabupaten, (20/3/19) lalu.

“Upaya yang kita lakukan sudah turun ke lapangan melakukan vaksinasi agar kasus ini tidak bertambah lagi,” kata Kepala Distanak Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Kepala Bidang Peternakan, Yatris Tiala, SP, Jumat (29/3/19).

Dalam melakukan vaksinasi dia mengungkapkan mereka sempat terkendala dengan vaksin rabies yang terbatas.

“Tetapi kami bersyukur dari provinsi sudah memberikan bantuan vaksin. Jadi saat ini vaksin telah tersedia,” ujarnya.

Selain itu dia juga mengungkapkan dalam upaya mereka itu sedikit terkendala dengan kurangnya tenaga vaksinator.

“Yang jadi kendala juga adalah tenaga vaksinator. Vaksinator kamiĀ  5 ASN dan 2 dari tenaga harian lepas. Jadi kalau menjangkau 145 kampung dan 22 kelurahan masih butuh tenaga,” jelasnya.

Dengan tenaga yang kurang dia mengatakan dalam melakukan vaksinasi mereka fokus pada daerah yang terdapat kasus rabies.

“Yang dilakukan vaksinasi daerah yang sudah terjadwalkan yaitu daerah yang terdapat kasus rabies dan seputaran daerah kasus,” terangnya.

“Nanti selesai daerah kasus kita akan melakukan vaksinasi di desa-desa lain,” sambungnya.

Setelah kejadian ini dia menuturkan banyak permintaan dari masyarakat untuk dilakukan vaksinasi.

“Banyak sekali permintaan dari masyarakat tapi karena tenaga terbatas kita sudah sampaikan kepada kapitaluang untuk bersabar,” tuturnya.

Terkait dengan kurangnya tenaga vaksinator dia mengatakan ke depan mengupayakan akan merekrut kader-kader di setiap desa dan diberikan pelatihan.

“Tentunya bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah kampung maupun kelurahan membuat pelatihan yang bisa difasilitasi dengan dana desa. Baik dari provinsi dan kabupaten siap melatih,” pungkasnya. (jerry sumarauw)