Tahuna, Bunaken.co.id – Aksi demo menolak hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April di Kabupaten Kepulauan Sangihe, berlangsung ricuh. Massa datang dengan membawah spanduk menyerang dan melempari kantor KPU setempat dengan batu, Jumat (22/3/19).

Kericuhan terjadi di depan Kantor KPU Kepulauan Sangihe, Jl. Jendaral Sudirman, Kelurahan Soataloara II, Kecamatan Tahuna.
Tampak puluhan orang demonstran, mendatangi kantor KPU. Massa bertindak anarkis dan melempari petugas yang sedang berjaga.
Tak hanya itu, massa juga mengamuk dan terlibat saling dorong dengan petugas kepolisian. Petugas dari Polsek Tahuna tidak mampu menghalau massa yang semakin berani melakukan perlawanan.
Kericuhan baru bisa teratasi setelah satu peleton anggota Polres Kepulauan Sangihe dilengkapi satu unit mobil water canon berhasil menghalau massa dan mengamankan situasi.
Untuk menghalau massa yang semakin berani melakukan perlawanan, petugas akhirnya menyemprotkan air dengan mengunakan water canon. Massa pun berhasil dipukul mundur dan situasi kembali menjadi kondusif.
Itulah gambaran Simulasi Pengamanan Pemilu yang dilaksanakan Polres Kepulauan Sangihe jelang pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang di Lapangan Gesit Tahuna.
Kapolres Kabupaten Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Napitu, SIK, mengatakan, simulasi pengamanan Pemilu merupakan persiapan dari Polres Kepulauan Sangihe untuk mengamankan proses pesta demokrasi tahun 2019.
“Saya yakin dengan gambaran kesiapan kita ini, yang didukung dari kemampuan rekan-rekan perwira saya, ditambah kehebatan anggota-anggota saya, itu akan mumpuni, mampu mengamankan jalannya pemilu itu sampai dengan selesai,” jelas Napitu. (jerry sumarauw)

Tinggalkan Balasan