Manado, Bunaken.co.id – Puluhan massa aksi yang menolak RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di depan Gedung DPRD Sulut, Rabu (31/10) siang, diterima oleh Ketua DPRD Sulut beserta jajaran, mereka masuk bersama-sama kedalam Gedung DPRD Sulut dan menyampaikan aspirasinya di ruang rapat Komisi I DPRD Sulut.
Aksi ini dilakukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Manado dan Kerukunan Mahasiswa Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (Kemah KGPM)
Andrei Angouw dalam menanggapi aspirasi menyampaikan sangat berterimah kasih dan mengapresiasi massa aksi yang masih muda dan telah melek politik.
“Jadi pertama-tama saya menyampaikan banyak terimah kasih saya senang bahwa adik-adik, rekan-rekan sekalian sudah melek politik dan saya berharap disampaikan kepadayang lain-lain, dilingkungan, dikeluarga dan sebagainya” ujar Andrei Angouw.
Andrei Angouw juga menyatakan bahwa masukan ini sangat baik dan akan membawa aspirasi ini ke DPR-RI yang membuat undang-undang tersebut.
“Kami ini sebenarnya tidak ada hubungan hirarki dengan DPR-RI, tapi kami(DPRD Sulut) sebagai lembaga tentu bisa menyampaikan masukan-masukan, aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang ada di Sulawesi Utara, nah tentu ini menjadi bahan bagi kami untuk menyuarakan ke DPR-RI” ucap Angouw.
Diketahui dalam kesempatan ini massa aksi menyerahkan masukannya secara tertulis dan langsung diterima oleh pimpinan DPRD Sulut beserta jajaran.
(ffw)

Tinggalkan Balasan