
SANGIHE, Bunaken. co. id – Teka-teki di balik kelangkaan pasokan ikan tuna bagi pedagang lokal maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sangihe akhirnya menemui titik terang. Dugaan praktik penyelundupan ke luar negeri disinyalir menjadi biang keladi kosongnya stok di pasar domestik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya keterlibatan seorang oknum guru asal Kelurahan Tidore. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai pengepul untuk memasok dapur MBG ini, diduga kuat justru menjadi “pemain utama” yang melarikan komoditas tuna Sangihe ke Filipina.
Modus operandi yang dilakukan terbilang rapi. Ikan tuna hasil tangkapan nelayan lokal dibeli oleh oknum tersebut, lalu diangkut menggunakan kendaraan pick-up menuju Pelabuhan Petta. Dari sana, tuna dalam volume besar dipindahkan ke perahu jenis pamboat untuk dibawa melintasi batas negara.
Aktivis senior Sangihe, Wasty Kamurahan, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan ini. Menurutnya, klaim sebagai pemasok MBG hanyalah tameng untuk menutupi bisnis lintas negara yang ilegal.”Jangan sampai program pemerintah (MBG) hanya dijadikan kedok, sementara faktanya mereka adalah pemain yang menyelundupkan tuna ke Filipina,” tegas Kamurahan.
Ia menambahkan bahwa jika praktik ini dibiarkan, masyarakat lokal dan program nasional seperti MBG akan terus dikorbankan demi keuntungan pribadi segelintir orang. “Hal ini harus diseriusi oleh pemerintah daerah maupun pusat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, oknum guru yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan tersebut.
(1U)

Tinggalkan Balasan