Bogor. Bunaken.co.id.- Dunia kecantikan di media sosial terus berkembang dengan hadirnya berbagai figur yang memberikan edukasi terkait skincare dan kesehatan kulit. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Doktif, seorang kreator konten yang dikenal dengan pendekatan kritisnya terhadap produk kecantikan. Keunikan lainnya adalah identitasnya yang masih menjadi misteri karena selalu mengenakan topeng dalam setiap unggahannya. Fenomena ini menarik perhatian publik sekaligus memicu pro dan kontra mengenai pendekatannya dalam menyampaikan informasi seputar skincare.
Fenomena Doktif di Media Sosial :
Sebagai seorang kreator konten, Doktif menghadirkan ulasan yang berfokus pada edukasi kandungan produk skincare, efektivitasnya, serta membongkar klaim yang dianggap berlebihan dari berbagai merek kecantikan. Dengan latar belakang medis yang ia klaim miliki, ia menyajikan informasi berbasis bukti dan penelitian ilmiah guna membantu konsumen dalam memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit mereka. Tidak hanya memberikan teori, Doktif juga melakukan eksperimen sendiri terhadap berbagai produk untuk menguji efektivitasnya. Metode ini membuatnya semakin dipercaya oleh pengikutnya, terutama di kalangan pecinta skincare yang kerap merasa bingung dengan banyaknya produk yang beredar di pasaran.
Anonimitas: Strategi atau Kontroversi?
Keputusan Doktif untuk tetap anonim dengan selalu mengenakan topeng menjadi salah satu daya tarik utamanya. Banyak yang menganggap ini sebagai strategi unik untuk menjaga fokus audiens pada edukasi yang ia berikan, bukan pada identitas pribadinya. Namun, ada pula yang mempertanyakan alasan di balik anonimitas tersebut. Sejumlah pihak menuduh bahwa ia menyembunyikan kondisi kulitnya yang sebenarnya atau bahkan meragukan kredibilitasnya sebagai edukator di bidang skincare. Kritik juga datang dari beberapa tenaga medis yang menilai bahwa edukasi terkait kesehatan kulit sebaiknya disampaikan oleh profesional yang sudah terverifikasi. Di sisi lain, pendukungnya berpendapat bahwa identitas bukanlah hal utama selama informasi yang diberikan tetap berbasis sains dan dapat dipertanggungjawabkan.
Respon Publik: Antara Kritik dan Dukungan :
Banyak yang menilai bahwa anonimitasnya justru memberikan kebebasan bagi Doktif untuk tetap independen dalam mengkritisi berbagai produk kecantikan tanpa tekanan dari pihak tertentu. Bahkan beberapa dokter dan ahli kecantikan, seperti Dr. Ayman Alatas, turut memberikan apresiasi terhadap metode edukasi berbasis fakta yang dilakukan oleh Doktif. Di sisi lain, ada pula kelompok yang merasa bahwa kritik terhadap Doktif yang menilai bahwa metode investigatif yang diterapkannya memberikan sudut pandang baru bagi konsumen dalam memahami klaim produk kecantikan.
Penulis: Glynis Tiara Selig Panjaitan (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan