Bitung, Bunaken.Co.Id-Masalah sampah dan pengolahan nya saat ini tentu menjadi kesadaran bersama, hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, Sadat Minabari ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya. Rabu(03/02/2021).
Menurut Sadat jika dihitung-hitung dengan jumlah penduduk kota Bitung yang berkisar 260 ribu jiwa dengan asumsi nyata satu orang bisa menghasilkan 0,5 kg sampah perjari, berarti ada kurang lebih 130 ribu kg sampah perhari.
“Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Melihat armada dump truck kita ada 25 dan kalau memuat 5 kubik sampah dalam satu armada dikali 3 kali muatan, hanya bisa memuat 375 kubik sampah perharinya,” ucapnya.
Tidak menutup kemungkinan menurut Sadat perlunya penambahan armada dalam hal pengangkutan sampah dan juga perlu dorongan dan peran aktif masyarakat dalam pengolahan sampah seperti mengurangi dan memilah sampah.
“Nah dalam hal mengurangi sampah, masyarakat bisa memakai wadah yang bisa dipakai berulang kali, ini juga berpotensi volume sampah bisa saja berkurang dari yang kita hitung tadi,” jelas Sadat.
Sementara untuk memilah sampah Sadat juga menjelaskan, masyarakat bisa sejak dini untuk memisahkan mana yang organik dan mana yang non organik.
“Sampah organik kalau boleh dipisahkan dengan non organik, bisa juga dibuat lobang kecil untuk dibuang seperti sisa-sisa makanan yang gampang terurai, sehingga yang dikeluarkan dari rumah adalah sampah non organik seperti plastik dan lain-lain. Kalau itu yang terjadi maka volume sampah yang diangkut ke TPA akan berkurang dan proses pengangkatan nya akan lebih mudah,” terangnya.
Sadat juga menyayangkan kurang kesadaran masyarakat dalam memilah sampah khusunya untuk sampah yang masuk golongan khusus atau sampah luar biasa seperti, pecahan kaca, bekas pekerjaan rumah, serta potongan pohon yang masih saja dibuang dalam bak sampah.
“Ini kan sudah diatur dalam Perdagangan No 14 Tahun 2017 Tentang Pengolahan Sampah, setidaknya sampah seperti itu langsung diangkat yang bersangkutan ke TPA, padahal sudah di sosialisasikan di bak sampah bebas dari sampah luar biasa tapi kenyataan dilapangan masih didapati dan ini sebenarnya menjadi salah satu kendala dilapangan,” ungkapnya.
“Peran aktif masyarakat dibutuhkan, dan diharapkan masyarakat bisa mengurangi atau memilah sampah dari sumbernya, ini hal kecil yang harus dimulai dari sekarang, mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri,” harap Sadat.
Tak lupa dirinya mengajak masyarakat memaksimalkan daur ulang sampah melalui TPS3R yang ada saat ini.
Perlu diketahui TPS3R adalah Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi – menggunakan – daur ulang) lalu Pendekatan pengelolaan 3R mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilah sampah, pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.(Cal)

Tinggalkan Balasan