Mera waruga,tradisi mengangkat waruga di Desa Kali

0
1288
Mera Waruga

Bunaken.co.id-Orang Minahasa ternyata memiliki tradisi,dalam hal mengangkat serta memindahkan Waruga harus melewati proses upacara atau Mera waruga begitu biasa di sebut dalam istilah lokal di sana.

Subetnik Tombulu yang adalah bagian dari suku Minahasa, yang sebagian  penduduknya  mendominasi kecamatan Pineleng Minahasa bisa dikatakan salah satu pelestari Tradisi Tua tersebut.

Mera waruga, sarat dengan berbagai makna Philosofi Tradisi budaya setempat di mana masyarakat mengadakan Tradisi pemindahan waruga beserta isinya dari tempat asalnya ke lokasi lain dengan memakai Ritual lokal Minahasa.

Rinto Taroreh seorang warga lokal yang berprofesi sebagai Tonaas sekaligus Pemimpin Ritual ini mengatakan, sebenarnya Tradisi tersebut memiliki makna sebagai Penghormatan terhadap Leluhur yang menghuni kuburan.

Di dusun Lota yang juga masuk wilayah kecamatan Pineleng teridentifikasi memiliki banyak situs kuburan tua atau Waruga  yang hampir semuanya sudah terbenam di dalam tanah akibat termakan usia,di lokasi itupun dulunya pernah di dirikan kampung.

Seiring berjalannya waktu di mana banyak di antara waruga di sana kondisi fisiknya sudah mulai memprihatinkan akibat di rusak dan di jarah semua isinya ,hal ini membuat Rinto sebagai pelestari dengan inisiatifnya sendiri mengajak sahabat sahabatnya  berkumpul untuk dapat berpartisipasi dan ambil bagian dalam pelaksanaan upacara Mera itu.

Sebelum di laksanakan Upacara Mera itu,Tonaas Rinto pemimpin Ritul ini sudah mendapatkan petunjuk dari orang tua leluhur mengenai tempat yang layak untuk pemindahan waruga tersebut melalui ritual ritual sebelumnya.

Mengingat sudah banyak Waruga yang tenggelam dalam tanah,bahkan,bahkan ada Waruga sudah tidak kelihatan sama sekali sampai ujung tutupnya tidak keliatan dan hal ini sangat sulit terdeteksi.

Dalam melakukan aktifitas Ritual Mera Diapun di dampingi Tonaas Steven Sondakh, seorang Tonaas muda asal Koka  yang juga bertindak sebagai pelaksana selalu setia mendampinginya dalam melakukan Ritual tersebut.

adapun hal hal yang harus di perhatikan para anggotanya seperti  di butuhkan ketulusan hati dan jiwa yang bersih guna mengangkatnya dengan tanpa kesulitan apapun.

untuk perkembangan selanjutnya Tonaas Rinto mengharapkan “pemerintah agar jangan selalu berpangku tangan dengan hal ini harus selalu senantiasa memperhatikan setiap aktifitas yang mereka lakukan demi menjaga kelestarian peninggalan leluhur”pintanya.(GL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here