Tomohon, Bunaken.co.id – Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak diwakili Asisten Perekonomian Ir Djoike Karouw MSi menghadiri acara Smart Citizen Day 2019 yang dilaksanakan di Grand Opus Ballroom Tribrata Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Kegiatan bertema ‘Gotong Royong di Era Digita’ dan mengambil semboyan ‘Berani Berubah’ Cara menggunakan Informasi dan teknologi dalam menuju smart city dibuka Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di dampingi founder CEO Qlue Rama Raditya dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.
Darmin Nasution menyampaikan dalam sambutan tentang budaya gotong royong dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi informatika.
Acara ini juga diadakan deklarasi smart citizen dari 34 deklarator perutusan 34 Provinsi di Indonesia yang menjadi agen perubahan.
Presiden RI Ir Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi itu melalui teknologi anak bangsa dapat hadir dan berbicara dalam acara tersebut menggunakan teknologi hologram dan mengucapkan selamat atas deklarasi Smart Citizen dan gerakan anak muda yang berpartisipasi dalam mendukung perwujutan pemerintah yang responsif. “Saya berharap gerakan yang diinisiasi oleh qlue ini nempercepat Indonesia sebagai Smart Nation (Negara Cerdas),” ucap Jokowi.
Usai acara Asisten Perekonomian Ir Djoike Karouw MSi menyampaikan apresiasi untuk acara ini. “Penggunaan informasi dan teknologi menuju Tomohon Smart City dalam berbagai upaya melalui Dinas Komunikasi dan Informasi untuk diaplikasikan di kota Tomohon,” kata Karouw dampingi Kasubag Protokol Yelly Potuh SS sembari berharap bagi kemakmuran kota.
Untuk diketahui, Qlue bersama Kemenkominfo menggelar kegiatan ini sebagai bentuk persiapan Indonesia menjadi Smart Nation dengan masyarakat yang lebih cerdas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan perlunya gotong royong dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi. “Pemanfaatan teknologi digital mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Dengan penerapan nyata, penggunaan teknologi dalam hal layanan pemerintah kepada masyarakat dapat memberikan tindak lanjut lebih cepat,” jelas dia.
Senada, Menkominfo Rudiantara menyebut bahwa dalam era digital, gotong royong justru semakin terlihat, yakni seperti konsep shared ekonomi era digital saat ini. “Unicorn di Indonesia juga bisa bertumbuh karena gotong royong. Gojek misalnya, itu gotong royong di era digital. Itulah shared ekonomi di era digital,” terang Rudiantara.
Rudiantara mengharapkan, generasi milenial jangan hanya sebagai pengguna teknologi saja, namun juga harus mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat. “Makanya kita siapkan, supaya mereka tidak hanya menjadi konsumen saja tapi enterpreneur atau pengusaha dengan memanfaatkan teknologi. Jangan hanya menggunakan tapi memanfaatkan. Untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat,” jelasnya.
Sementara terkait Smart Citizen Day dan kesiapan Indonesia sebagai Smart Nation, Founder dan CEO Qlue Rama Raditya menyebut, acara ini menghadirkan lebih dari 20 pembicara kunci terkait teknologi digital. Dia berharap, dengan diselenggarakannya acara ini, pemuda dan pemudi tersebut dapat membawa pulang semangat Smart Citizen dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka. “Dari Qlue, harapannya agar secepatnya warga Indonesia aktif melaporkan segala keluhannya ke pemerintah dan pemerintah juga akan secara aktif merespons. Tidak akan ada smart city kalau tidak ada smart citizen-nya,” tukasnya.
Sebagai informasi, Qlue adalah penyedia solusi berbasis teknologi. Dimulai dari Jakarta pada 2016 silam, Qlue terkenal sebagai platform untuk melaporkan kinerja pemerintah kepada masyarakat di masing-masing wilayah terkait banyak hal semisal infrastruktur, layanan publik, dan sebagainya. Qlue menerapkan konsep-konsep smart city di Indonesia bermitra dengan banyak pihak seperti institusi pemerintah dan swasta. (Pdt)

Tinggalkan Balasan