MANADO, Bunaken.co.id – Komitmen percepatan pemulihan pascabencana di Sulawesi Utara (Sulut) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. 

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling, menyambut langsung kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, di Wisma Negara, Bumi Beringin, Kota Manado, Rabu (7/1/2026).

​Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini bukan sekadar seremoni. 

Kunjungan mantan Kabaintelkam Polri tersebut membawa misi kemanusiaan yang krusial: memastikan langkah penanganan dampak bencana di Bumi Nyiur Melambai berjalan efektif dan tepat sasaran.

​Meninjau Lokasi Tragedi Panti Werdha

​Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah meninjau langsung Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal II, Manado. 

Lokasi ini menjadi sorotan setelah dilanda kebakaran hebat yang memicu duka mendalam dengan 16 korban jiwa.

​Kehadiran Wamendagri diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi fasilitas sosial tersebut serta memberikan penguatan bagi para penyintas.

​Menjangkau Wilayah Kepulauan

​Tak hanya di daratan utama, rombongan dijadwalkan bertolak menuju Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro)

Di sana, Akhmad Wiyagus akan

​meninjau langsung dampak banjir bandang dan tanah longsor dan berdiskusi dengan pemerintah daerah setempat, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terdampak terkait kebutuhan mendesak di lapangan.

​Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci

​Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Pusat merupakan angin segar bagi percepatan pemulihan Sulut. 

Ia menekankan bahwa keselamatan warga adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

​”Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci utama, mulai dari tanggap darurat hingga tahap pemulihan pascabencana. Kita berkomitmen penuh menjamin kesejahteraan masyarakat yang terdampak,” tegas Gubernur Yulius.

​Kunjungan ini mencerminkan kuatnya koordinasi antar-lini pemerintahan dalam menghadapi tantangan kebencanaan, sekaligus memberikan harapan baru bagi masyarakat Sulawesi Utara untuk bangkit lebih kuat. (**Jrp)