Tahuna, Bunaken.co.id – Badan Siber dan Sandi Negara Republik mengelar Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Kompetisi Layanan Keamanan Informasi Daerah Perbatasan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

44

Kegiatan tersebut dibuka Asisten I Pemda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Drs. Irklis Sombounaung dan dihadiri Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Sulut, yang diwakili Kepala Bidang Persandian Drs. Rolly J. Karamoj dan peserta dari beberapa kabupaten kota yang ada di Sulut.

“Perkembangan internet salah satu hal yang tidak bisa dibendung dan itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari,” kata Sombounaung saat membacakan sambutan bupati di Aula pendopo rudis bupati, Kelurahan Tona II, Tahuna Timur, Selasa (2/4/19).

Menurut dia, selain dampak positif yang diberikan, internet pun memiliki hal negatif yang dapat merugikan penggunaannya.

“Cybercrime atau yang sering kita dengar sebagai kejahatan dunia maya. Kejahatan tersebut adalah satu hal yang perlu diwaspadai saat ini dan menunjukkan perhatian yang serius,” terangnya.

“Selain melalui penggunaan internet, cyber crime dapat muncul seiring dengan pemakaian sistem jaringan komputer yang menggunakan infratruktur sistem,” sambung Sombounaung.

Selanjutnya dia menjelaskan pemanfaatan teknologi dalam pemerintahan dibutuhkan dalam bentuk layanan i government, hal tersebut meliputi pengelolaan data, pengelolaan informasi sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik.

“Hal ini mewujudkan pelayanan publik dilakukan secara cepat lebih baik lebih murah, baik secara internal diluar birokrasi maupun eksternal di masyarakat,” jelasnya.

Dia menuturkan keamanan bagi penguna elektronik khususnya bagi pemerintah daerah sangatlah memegang peranan yang sangat penting terutama bila dikaitkan dengan berbagai kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan serta informasi pemerintahan dapat terlindungi.

“Namun disisi yang lain, berurusan juga dengan keterbukaan informasi meliputi semua aspek kehidupan bermasyarakat. Jadi Penanganannya harus baik dan lengkap agar keamanan informasi kepada masyarakat terhadap jalannya pemerintahan daerah yang bersih dan terbuka,” paparnya.

Oleh karena itu, dia mengingatkan semuanya itu harus ada ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dan berdedikasi tinggi terhadap perkembangan daerah untuk mengikat berbagai instrumen informasi dan penyajian informasi yang handal dan berkualitas.

“Mengingat sangat pentingnya kegiatan ini, saya berharap kepada setiap peserta agar dapat menyimak merespon setiap materi yang disampaikan oleh narasumber agar terbangun kesepakatan persepsi, betapa pentingnya keamanan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Sulut didalamnya kabupaten kota guna menangkal berbagai ancaman yang menggangu stabilitas kinerja kita,” pungkasnya. (jerry sumarauw)