Sejumlah sopir basis Malalayang mengeluhkan turunnya pendapatan sejak pemberlakuan satu jalur
Sejumlah sopir basis Malalayang mengeluhkan turunnya pendapatan sejak pemberlakuan satu jalur

Manado, Bunaken co.id-Belasan perwakilan sopir Basis Malalayang menyampaikan aspirasi di DPRD Kota Manado, Rabu (2/3). Mereka mengeluhkan soal perubahan jalur menjadi satu arah (one way traffic). Alasan mendasar karena perubahan jalur itu sangat merugikan sopir. Perwakilan sopir diterima dua personil Syarifudin Saafa dan Wahid Ibrahim. Ketua basis Malalayang Wilson Tampung dengan jelas meminta agar DPRD bisa memperjuangkan aspirasi para sopir itu. “Kami para sopir yang dirugikan dengan kebijakan ini,” tegasnya. Salah seorang sopir Debi Dukalang, perubahan jalur itu menyebabkan pendapatan para sopir menurun. “Pendapatan saya turun dari Rp75 ribu, Rp50 ribu hingga sekarang Rp25 ribu per hari,” katanya. Selain itu, menurutnya, perubahan jalur itu tak memberi perubahan signifikan terhadap kemacetan. Malah macet makin parah yang ujung-ujungnya berdampak pada pendapatan. Saafa sependapat dengan para sopir. Menurutnya, kebijakan ini sudah menyusahkan semua pihak. “Kalau memang kebijakan ini merugikan masyarakat, buat apa dipertahankan. Ini harus dikembalikan,” katanya. Seharusnya, lanjut Saafa, kebijakan ini ikut dibicarakan bersama sopir yang merasakan langsung dampak perubahan tersebut. Sementara Wahid Ibrahim meminta stakeholder bisa dilibatkan dalam setiap penentuan kebijakan yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat. “Penerapan ini sangat merugikan. Kalau memang hanya uji coba sampai kapan waktunya. Intinya DPRD mendukung aspirasi sopir,” tukasnya. Para sopir berjanji untuk kembali lagi dengan massa yang lebih banyak lagi jika aspirasinya tidak diterima. (dix)