
Sangihe, Bunaken.co.id – Krisis air bersih melanda warga RT 01 Kelurahan Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur, selama empat hari terakhir. Janji perbaikan yang dilontarkan manajemen Perumda Ake’ U Banua hingga kini tak kunjung terbukti, meninggalkan warga dalam ketidakpastian.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (21/2/2026) siang, aktivitas rumah tangga warga lumpuh. Cadangan air di bak penampungan dan ember milik warga mulai mengering, sementara distribusi air dari pipa perusahaan daerah tersebut masih terhenti total.
“Untuk masak tadi pagi masih ada sisa sedikit di ember, tapi sekarang sudah jam makan siang dan air belum juga mengalir. Kami sangat kecewa,” keluh salah satu warga setempat dengan nada getir.
Warga mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Direktur Perumda Ake’ U Banua. Dari komunikasi tersebut, pihak Perumda menjanjikan bahwa proses perbaikan akan dilakukan pada Sabtu pagi. Namun, hingga pukul 11.26 WITA, tidak terlihat adanya petugas maupun peralatan teknis yang dikerahkan ke lokasi kerusakan.
Ketiadaan transparansi ini memicu kekesalan warga. Mereka menilai manajemen Perumda tidak serius dalam menangani kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami hanya butuh kepastian dan keterbukaan. Kalau memang rusak parah, sampaikan. Jangan biarkan kami menunggu tanpa kejelasan seperti ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Perumda Ake’U Banua mengenai penyebab pasti gangguan distribusi atau estimasi kapan air akan kembali normal.
Masyarakat mendesak agar perusahaan plat merah tersebut lebih responsif dan transparan. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum stok air benar-benar habis, mengingat air bersih merupakan urat nadi aktivitas harian masyarakat.
(1U)

Tinggalkan Balasan