PROVINSI SULAWESI UTARA

Oleh:

JONGKY WA KAMAGI

bagian ke dua :

Efek kronis dari nutrien, khususnya nitrogen juga dapat menyebabkan bleaching. Karena karang dapat menyerap nutrien terlarut secara langsung dari air laut, karang akan memperoleh keuntungan energi melalui mekanisme ini. Namun demikian, ketika nitrogen terlarut terserap ke dalam tubuh dan sel, zooxanthellae secara otomatis juga memperolehnutrien tersebut. Dalam kasus ini, ada kemungkinan nutrien yang diperoleh berlebihan, sedangkan zooxanthellae mendapatkan sisanya. Pertumbuhan densitas zooxanthellae yang cepat tidak terlalu baik bagi coral.

Hingga saat ini, telah ditemukan sekitar 30 penyakit karang. Namun demikian, masih sedikit yang diketahui tentang penyebab dan efek dari penyakit karang antara lain penyakit karang yang disebabkan oleh bakteri, jamur alga dan cacing (worm). Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit karang yang umum dijumpai dan masih terus dilakukan pengamatan  antara lain:

  1. Black-band Disease
  2. Dark Spots Disease
  3. Red-band Disease
  4. White-band Disease
  5. White Plague
  6. White Pox
  7. Yellow-blotch or Yellow-band Disease

2.4  Roadmap Penelitian

Arahan atau Peta jalan dari penelitian ini adalah setelah mengetahui kesehatan karang pada daerah penyelaman, maka selanjutnya adalah mengetahui startegi atau kebijakan pengelolaan apa yang akan dilakukan setelah itu penggunaan sistem informasi dalam pengelolaan daerah penyelaman. 

Dalam strategi pengelolaan dan kebijakan didalamnya termasuk kegiatan atau kebijakan apa yang dapat diterapkan untuk mengatasi atau mengurangi dampak bagi kesehatan karang yang ada  seperti mencari tahu penyebab menurunnya kesehatan karang, mencari cara untuk memulihkan kesehatan karang, melakukan pembatasan pengunjung untuk mengurangi tekanan pada terumbu karang, dan lain lain.

Penerapan sistem informasi dalam pengelolaan akan mempermudah pengelola Taman Nasional Bunaken karena semua informasi yang dibutuhkan akan terpusat pada suatu sistem yang dikelola oleh badan pengelola Taman Nasional Bunaken.

 Gambar 1.  Roadmap Penelitian

III  METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Secara geografis  lokasi penelitian berada pada koordinat antara 01°37’– 01°38’Lintang Utara dan 124°44  – 124°48’ Bujur Timur.  Penelitian dilakukan pada daerah penyelaman Fukui, muka kampung dan pangalisang.  Ketiga daerah penyelaman ini di pilih karena merupakan daerah penyelaman yang sering dikunjungi oleh penyelam.

Gambar 2.  Lokasi Penelitian Pulau Bunaken, Taman Nasional Bunaken.

(Sumber: Google Earth, 2022)

3.2 Alat Dan Bahan Penelitian.

           Dalam penelitian ini alat dan bahan yang akan digunakan adalah seperangkat alat selam yaitu masker, snorkel, weight, tabung dan regulator, fins, wet suit dan Bouyancy Compensator Device (BCD). Meteran untuk mengukur panjang sampling, slate dan pensil untuk mencatat data di bawah air serta speedboat untuk transportasi. Untuk mendapatkan koordinat di lapangan di gunakan Global Positioning System (GPS) dan kamera untuk dokumentasi kegiatan penelitian. Sedangkan untuk pengukuran parameter lingkugan dengan menggunakan pen salinometer  (Tabel 2),

Tabel  1.   Alat dan Bahan Penelitian

Alat dan BahanMerekKegunaan
Global Positioning System (GPS) Kamera Scuba Unit   Meteran   Slate dan pensil   Speed boat Pen Salinometer  Garmin   Canon G12 Aqualung    Menentukan koordinat   Dokumentasi Pengambilan data tutupan karang Alat sampling pengambilan data Mencatat data tutupan karang di bawah air Transportasi Mengukur suhu dan salinitas

3.4 Teknik Pengumpulan Data

        Pemilihan daerah penyelaman Muka Kampung karena mewakili daerah penyelaman yang berada dekat dengan pemukiman masyarakat, daerah penyelaman Pangalisang karena berada pada jalu lintasan pelayaran kapal penumpang yang menuju ke daerah Sanger, Siau dan Talaud, sedangkan Fukui karena merupakan  daerah penyelaman yang mendapat pengaruh langsung dari laut terbuka.

        Teknik pengambilan data adalah acak sistematik dimana pengambilan sampel melalui teknik ini menetapkan sampel awal secara acak tetapi untuk sampel selanjutnya dipilih secara sistematis melalui cara dan pola tertentu.

Setiap stasiun yang diten­tukan koordinatnya dengan GPS dilakukan 2 kali sampling yaitu pada terumbu karang yang berada pada bagian dalam yaitu dekat daratan dan yang berada di bagian terluar kearah laut.  Pada bagian terumbu karang yang dekat dengan daratan diambil sepuluh titik dan pada bagian kearah laut diambil 10 titik.

Gambar 3. Pengambilan data terumbu karang dengan teknik Sistematik Random Sampling

Urutan kegiatan pengambilan data adalah sebagai berikut:

1.  Pilih karang yang akan di nilai secara acak, pilih daerah yang paling terang.

2.  Cocokkan warna yng paling terang dengan chart.

3.   Catat huruf dan angka yang tertera pada chart.

4.  Pilih daerah yang berwarna gelap catat huruf dan angka yang cocok.

5.  Catat tipe karang (bentuk pertumbuhan).

6.  Lanjutkan survey dengan karang yang lain dengan menghitung 5 kick sampai pada karang berikutnya.

7.  Catat sampai mendapatkan 20 karang.

IV.  HASIL PENELITIAN

4.1 Hasil

Pengukuran parameter fisik lingkungan perairan pada ketiga daerah penyelaman yang ada di Pulau Bunaken untuk suhu berkisar antara 28-29oC selangkan untuk salinitas adalah sekitar 33-34 o/oo.  Letak geografis daerah penyelaman Pangalisang adalah 1o36’36”  Lintang Utara   dan 124o46’58” Bujur Timur, Muka Kampung 1o36’38” Lintang Utara 124o46’58 Bujur Timur dan Fukui 1o36’44”  Lintang Utara 124o44’20” Bujur Timur.

Tabel 2.  Letak Geografis Daerah Penyelaman Serta Parameter Fisik

NolokasiLintang UtaraBujur TimurSuhu (oC)Salinitas (o/oo)
1Pangalisang1o36’36”    124o46’58”29,0734,03
2Muka Kampung1o36’38”    124o46’58”    28,2733.34
3Fukui1o36’44”    124o44’20”    28,4133,87

Daerah penyelaman Pangalisang

Skala yang terbanyak pada daerah penyelaman ini adalah skala 4 sebanyak 20% dan yang paling sedikit adalah skala 3 sebesar 15%.   Rata rata skala coralwatch pada daerah penyelaman pangalisang  adalah 3,56.dengan pembulatankeatas maka maka rata rata skala adalah 4, berdasarkan kategori maka kondisi kesehatan karang pada daerah penyelaman Pangalisang adalah agak tidak sehat.

Daerah penyelaman Pangalisang berada pada bagian timur dari Pulau Bunaken berseberangan dengan Tongkeina, daerah ini merupakan daerah favorit untuk snorkeling. Pada bagian kearah darat daerah ini banyak ditumbuhi oleh mangrove.  Disekitar daerah ini terdapat banyak dive resort dan berada tidak jauh dari desa atau Kampung Bunaken.

Data bentuk pertumbuhan dari karang yang diamati pada daerah penyelaman Pangalisang adalah jenis Branching atau bercabang adalah 10 atau 50%, jenis Boulder atau bongkahan 8 atau 40% dan karang  jenis Plate adalah 2 atau 10%.  Dalam pengamatan Jenis pertumbuhan yang terbanyak pada daerah penyelaman Pangalisang adalah bentuk pertumbuhan Branching atau bercabang yaitu sebesar 50%.

Gambar 4.  Grafik Lingkaran Kesehatan Karang Daerah Penyelaman Pangalisang Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan

Daerah penyelaman muka kampung

Skala yang terbanyak pada daerah penyelaman ini adalah skala 4 sebanyak 40% dan yang paling sedikit adalah skala 1 sebesar 5%.   Rata rata skala coralwatch pada daerah penyelaman Muka Kampung  adalah 3,60 .dengan pembulatan keatas maka maka rata rata skala adalah 4, berdasarkan kategori maka kondisi kesehatan karang pada daerah penyelaman Muka Kampung adalah agak tidak sehat.

Daerah penyelaman Muka kampung selain berkaitan dengan aktivitas wisata selam juga dipengaruhi oleh kegiatan yang bersifat antropogenik karena berada dekat dengan pemukiman masyarakat. Daerah ini menjadi tempat lalu lalang perahu milik masyarakat.

Data bentuk pertumbuhan dari karang yang diamati pada daerah penyelaman Muka Kampung adalah jenis Branching atau bercabang adalah 12 atau 60%, jenis Boulder atau bongkahan 8 atau 40%.  Dalam pengamatan Jenis pertumbuhan yang terbanyak pada daerah penyelaman Muka Kampung adalah bentuk pertumbuhan Branching atau bercabang yaitu sebesar 60%.

Gambar 5.  Grafik Lingkaran Kesehatan Karang Daerah Penyelaman Muka

                            Kampung berdasarkan Bentuk Pertumbuhan

Daerah penyelaman Fukui

Skala yang terbanyak pada daerah penyelaman ini adalah skala 4 sebanyak 40% dan yang paling sedikit adalah skala 5 sebesar 5%.   Rata rata skala coralwatch pada daerah penyelaman Fukui  adalah 3,30 dibulatkan menjadi 3.  Berdasarkan kategori maka kondisi kesehatan karang pada daerah penyelaman Fukui adalah cukup sehat.

Berbeda dengan kedua daerah penyelaman sebelumnya, Fukui berada agak jauh dari daratan dan letaknya berdekatan dengan Pulau Manado Tua.

Bersambung …