Manado. Bunaken.co.id.- Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dan Politeknik Negeri lainnya meluncurkan Program Diploma 4 Spesialisasi 1 Tahun Energi Terbarukan dan 4 Politeknik lainnya, yakni Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Jakarta, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Ke lima Politeknik ini bekerja sama dengan industri Pembangkit Listrik Tenaga Surya dalam rangka pelatihan tingkat lanjut bagi dosen Politeknik di bidang Pemeliharaan, Commissioning, Fault Finding, dan Trouble Shooting Solar Fotovoltaik dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Bahkan ada Perusahaan yang bekerja sama yakni PT Xurya Daya Indonesia sebagai developer PLTS atap pada pabrik PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO Depo Bojonegoro), dan CV Sumber Rezeki.

Kerja sama dengan 2 Perusahaan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan dosen di bawah kerangka proyek Renewable Energy Skills Development (RESD), yaitu kerja sama peningkatan keterampilan energi terbarukan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss.

Dengan dua tenaga ahli dari University of Applied Sciences of Eastern Switzerland didatangkan langsung dari Swiss guna menyelenggarakan pelatihan teknis intensif selama  dua  Minggu.

Martin Stottele selaku Team Leader RESD mengatakan, kerja sama dengan industri PLTS merupakan salah satu aspek utama dalam penguatan dosen dan pengembangan program energi terbarukan di politeknik mitra RESD.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan para perusahaan mitra RESD, seperti PT Xurya Daya Indonesia yang telah mendukung sejak tahun 2021 dari berbagai aspek, termasuk pengembangan kurikulum program alih jenjang Diploma 4 Energi Terbarukan di politeknik dan balai pelatihan kerja,”kata Martin Stottele. Selain itu dia mengatakan, rekrutmen lulusan Politeknik mitra RESD, peningkatan kesadaran publik mengenai manfaat PLTS melalui berbagai webinar dan pameran, kunjungan ke lokasi PLTS, serta kuliah dosen tamu industri bagi mahasiswa.(*)