oleh

Tulude Virtual, Alih Fungsi Ritus Tradisi Di Era Pandemi

Bitung, Bunaken.Co.Id-Kota Bitung tampaknya laik disebut sebagai motor industri kreatif di Sulawesi utara, bagaimana tidak, tatkala pandemi yang terjadi saat ini menumpulkan semangat para pelaku kreatif, di Kota Bitung hari ini masih tetap diselenggarakan perhelatan gelar adat TULUDE. Bahkan tidak hanya satu, setidaknya dihari ini terdapat dua perayaan Tulude yang diselenggarakan secara virtual.

Satu kegiatan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bitung bertempat di pantai Waleleng – Tanjung Merah dan yang lainnya diselenggarakan di Kasawari oleh Ormas Nusa Utara. Minggu(31/01/2021).

Alih -alih melihat hal ini sebagai rivalitas euforia politik, fenomena ini patut kita syukuri, karena dengannya bermunculan beragam semangat pelestarian tradisi dan pembacaan terhadap nilai-nilai kebudayaan sebagai bagian dari identitas masyarakat di Kota Bitung.

Kedua Tulude yang diselenggarakan secara virtual ini disajikan dengan standard yang cukup baik, yang setidaknya dapat turut mengajak seluruh masyarakat untuk hanyut dan terlibat dalam kegiatan yang memiliki esensi permohonan kepada Tuhan untuk segala bentuk kebaikan di masa yang akan datang.

Pingkan S Kapoh selaku kepala dinas pariwisata menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan dinas pariwisata ini adalah bentuk langkah kerja untuk tetap memasarkan potensi pariwisata Kota Bitung meskipun secara virtual.

Dihubungi melalui saluran telepon, Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Hendri Kaitjili menyampaikan apriesiasi atas upaya yang dilakukan pemerintah kota Bitung, dan berharap hal ini dapat melecut daerah-daerah lain untuk terus berinovasi membangkitkan pariwisata di masa pandemi.

“Sesungguhnya dalam ritual Tulude, tercantum beragam doa, pengharapan dan esensi nilai-nilai kebaikan sebagai pegangan bagi kita dalam menghadapi beragam tantangan zaman. Dengan maraknya euforia terhadap perayaan tradisi yang terjadi di hari ini, kita semua berharap lebih banyak masyarakat yang mau mengenali dan menggali nilai-nilai kearifan yang terkandung sehingga terjalin nilai-nilai harmonis dan toleransi yang terbangun untuk menciptakan kehidupan di Kota Bitung yang lebih baik,” ujarnya.

Sejatinya Tulude merupakan pengingat bagi kita untuk dapat terus menebar kebaikan untuk kesejahteraan.

 

Seperti Nukilan yang disampaikan dalam Bawika Berang Tulude,

Sutempong taumatannesilontahe Banua
Taniedong seke, apang bangsa nempeseke Keta eng Mawu Ruata Puidu karalenehe dimeluse pedarame,
Ketuwo Katamang Sulimang Duata,
Katuwo Katamang pehiking Banua

(Ketika manusia saling bermusuhan, Negeri rusuh tiada hentinya bangsa saling berperang, maka hanya Allah sumber ketenangan turun menyelesaikan dengan Damai Sejati,
Bertumbuhlah dan bertumbuhlah di Tangan Allah,
bertumbuhlah dan bertumbuhlah di Negeri Tercinta)
(Cal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed