oleh

Bak Drama Korea, Begini Cerita Panjang Dukungan PBB yang Akhirnya Berlabuh ke Joune-Kevin

Joune Ganda dan PBB

Airmadidi, Bunaken.co.id – Komitmen Partai Bulan Bintang (PBB) untuk mendukung pasangan calon(Paslon) Joune Ganda dan Kevin William Lotulung (JG-KWL) untuk Pilkada Minahasa Utara (Minut) 2020 berjalan panjang dan berlangsung dramatis.

Betapa tidak, Ketua DPC PBB Minut pada 25 April 2020 kepada wartawan dengan tegas menuturkan DPD PBB Minut dan secara pribadi telah menjatuhkan pilihan politik untuk mendukung JG-KWL pada Pilkada Minut 2020.

“Secara defakto sikap DPP PBB telah bulat akan mendukung paslon JG-KWL untuk Pilkada Minut mendatang, namun secara dejure akan dikuatkan dengan surat keputusan (SK) DPP PBB,” ujar Ketua DPC PBB Kabupaten Minut, Harry Ashar, kepada wartawan media ini, Minggu (25/4/2020) lalu, via telepon.

Kala itu menurut Harry, keputusan DPP PBB menjatuhkan dukungan kepada pasangan JG-KWL itu atas rekomendasi dia bersama pengurus DPC PBB Minut yang sangat mengetahui persis sepak terjang dan kemampuan kedua calon pemimpin.

“Atas nama pengurus DPC Minut saya mengapresiasi keputusan DPP PBB untuk mendukung JG-KWL pada Pilbup Minut mendatang,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam menentukan pilihan kepada paslon JG-KWL ada tiga parameter penting, yakni:

1. Kemampuan intelektual kedua pemimpin yang sangat mampu berkompetisi dengan pasangan yang bakal maju pada Pilbup Minut.

2. Kemampuan manajerial, kedua tokoh muda ini adalah pengusaha sukses, khususnya Joune Ganda yang telah berhasil membesarkan group bisnisnya serta.

3. Kondisi moralitas pasangan calon yang sangat jelas terlihat antara lain berjiwa sosial, dapat berkomunikasi dengan baik kepada semua golongan serta keduanya dinilai berjiwa nasionalis yang dipastikan dapat menyatukan semua perbedaan agama, suku dan strata sosial yang saat ini terlihat ada kesenjangan.

“Ini tiga prasyarat yang dibutuhkan calon pemimpin Minut mendatang. Saya menilai ketiga prasyarat itu ada dalam diri Pak Joune Ganda dan Kevin Lotulung,” ujar Harry.

Dia menambahkan, saat itu disamping tiga pra sayarat di atas, indikator lain memutuskan mendukung penuh JG-KWL, antara keduanya didukung penuh partai besar PDI Perjuangan, keduanya putra daerah, keduanya tokoh muda yang diharapkan membawa perubahan dan merubah kebiasan lama di Minut, serta yang terpenting keduanya adalah kader dan pekerja partai yang mapan dalam ekonomi dan smart serta santun dalam berpolitik.

“Saya tidak bermaksud berlebihan, sosok JG-KWL adalah paslon Bupati dan Wakil Bupati yang paling layak, paling siap dan paling diidamkan oleh masyarakat Minut yang merindukan perubahan,” tukas dia.

Harry Ashar menambahkan, sambil menunggu SK DPP PBB sebagai landasan yuridis dukungan kepada JG-KWL, selain telah melakukan konsolidasi di tingkat ranting PBB se-Kabupaten Minut, saat ini terus membangun komunikasi dengan komponen tokoh dan komunitas umat Muslim di Minut untuk menyatukan persepsi terkait sikap politik pada Pilkada Minut mendatang.

“Selain internal partai, saat ini telah beberapa komunitas umat Muslim yang sama-sama persepsi dan menyatakan akan mendukung sikap politik DPC PBB yang akan mendukung dan memenangkan Paslon JG-KWL sebagai Bupati dan Wakil Bupati pada ajang Pilkada Minut mendatang,” ungkap Harry.

Ketika ditanyakan optimismenya terkait peluang JG-KWL untuk menang pada Pilkada Minut mendatang, secara spontan Harry menuturkan tanpa mendiskreditkan pasangan lain, dia sangat yakin Paslon JG-KWL pasti akan menang maksimal.

“Saya pribadi dan selaku ketua partai memilih paslon JG-KWL bukan asal pilih tapi melalui pertimbangan real di lapangan, dan perlu di catat saya memilih mendukung kader terbaik PDI Perjuangan karena yakin keduanya akan menang,” tandas Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Minahasa Utara ini, sambil menambahkan jika tidak ada aral melintang SK resmi DPP PBB dukungan kepada JG-KWL sudah akan ada pada tanggal 1 Juni 2020 mendatang.

Namun dalam perjalanan, komitmen serta sikap satria Ketua DPC PBB Minut itu ‘mulai goyah’ dibuktikan dengan hijrah nya dukungan ke Paslon lain yakni SGR-PDM dibuktikan dengan deklarasi sepihak DPC PBB Minut dalam satu konferensi pers.

Fakta pindahnya dukungan Ketua DPC PBB yang konon atas restu DPP PBB itu sempat membuat publik bertanya-tanya dan berspekulasi ada apa di balik semua ini?

Namun ternyata fakta berbicara lain, fenomena ‘kedekatan sesaat’ Ketua DPC PBB dengan Paslon SGR-PDM hanya seumur jagung. Ironisnya langkah politik yang diawali dengan dramatis itu, berakhir juga dengan dramatis dan mengejutkan publik.

Awal Agustus 2020, pengurus DPP PBB yang turut dihadiri Ketua DPW PBB Sulut, Burhanuddin, menggelar konferensi pers yang salah satu point penting adalah pihak DPP PBB membatalkan surat dukungan kepada SGR-PDM dengan SK Nomor: SK.PP-078/Pilkada 2020 yang ditandatangani langsung oleh Ketum PBB Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen Afriansyah Noor.

“Pada prinsipnya pembatalan dukungan salah satu calon pada Pilkada itu adalah hal biasa, termasuk pembatalan dukungan kepada Paslon SGR-PDM,” kata ketua bidang hukum dan politik sekaligus ketua tim penjaringan Pilkada 2020 ini, Senin (10/8/2020).

Menurut Firmansyah, saat itu meski adanya desas desus Ketua DPC Minut tidak menerima SK pembatalan itu, namun pada prinsipnya keputusan pembatalan oleh DPP PBB telah melalui kajian mendalam termasuk faktor untung dan rugi serta potensi menang calon yang akan diusung pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Yang pasti DPC PBB Minut itu perpanjangan kami di daerah, saya secara pribadi tidak ingin berpolemik dengan Azhar yang saat ini selaku Ketua DPC PBB Minut, namun saya hanya berpesan agar Azhar selaku Ketua DPC wajib melaksanakan putusan DPP terkait pencabutan dukungan kepada SGR-PDM,” tandasnya, sambil menegaskan akan ada sanksi tegas jika Ketua DPC PBB Minut tidak melaksanakan keputusan DPP yang ditandatangani langsung Ketua Umum dan Sekjen.

Atas keputusan pembatalan dukungan PBB ke SGR-PDM lagi-lagi membuat publik di Minut terkejut antara percaya dan tidak. Bahkan beredar informasi bahwa Ketua DPC PBB Minut pada saat itu mengaku belum menerima SK resmi pembatalan dari DPP.

Namun drama singkat bak sinetron Korea ini akhirnya berakhir ‘sangat Indah’ yang ditandai dengan terbitnya SK DPP PBB kepada Paslon JG-KWL. SK persetujuan dukungan Nomor: SK.PP/079/Pilkada/2020 ditandatangani Ketum PBB Prof. Dr. Yusril Izha Mahendra dan Sekjen Ir. Afriansyah Noor, MSi, tertanggal 10 Agustus 2020.

Adapun ‘Surat Sakti’ DPP PBB kepada JG-KWL sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Minut ini diserahkan Ketua Umum diwakili Sekjen Afriansyah Noor, diterima langsung Calon Bupati Joune Ganda, Rabu (19/8/2020), di DPP PBB Jakarta.

“Untuk urusan dukungan DPP PBB kepada JG-KWL telah selesai dan final dan mengikat. Tunggu akan ada kejutan lainnya pada pekan ini,” ujar Joune Ganda.

SK persetujuan DPP PBB tersebut, maka secara legistimasi politik DPC PBB kembali mendukung dan bersama JG-KWL akan memenangkan Pilkada Minut 9 Desember 2020 mendatang. Komitmen ini telah terbangun awalnya antara Ketua DPC PBB Minut Harry Azhar dengan Joune Ganda dalam satu pertemuan dalam suasana akrab dan kekeluargaan.

(***/YerryPalohoon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed