Gelar Aksi Di DPRD Sulut, Gabungan Organisasi Mahasiswa Suarakan Stabilkan Harga Kopra

0
777

Manado, Bunaken.co.id – Ratusan pendemo yang menamakan diri Gerakan Kolektif Perjuangan Rakyat Sulawesi Utara (Gerakan KOPRA Sulut) menggelar aksi di depan gedung DPRD Provinsi Sulut, terkait anjloknya harga kopra, Senin (26/11/2018) siang.

Gerakan KOPRA Sulut yang didominsi oleh berbagai macam gabungan organisasi mahasiswa yang ada di Sulut ini mengawali aksinya dengan melakukan Long March dari lapangan tikala manado sampai kantor DPRD Sulut yang berada di Kairagi.

Jenderal Lapangan massa aksi Gerakan KOPRA Sulut Alvian Tempongbuka mengatakan dalam orasinya bahwa kopra di Sulut tidak hanya tentang hasil tani melainkan sebuah identitas bagi daerah serta masyarakatnya, namun identitas itu seakan hilang dengan anjloknya harga kopra.

“Bagi masyarakat Sulawesi Utara kopra tidak hanya tentang hasil tani tapi juga sebagai identitas daerah serta masyarakat,sebagaimana kita dikenal dengan sebutan Bumi Nyiur Melambai, tetapi hari ini, sebutan itu hanya menjadi penghias, slogan dan narasi-narasi kosong yang tercerabut dari tanah dan masyarakatnya, bagaimana tidak, kopra yang selama ini menjadi komoditas strategis yang memiliki peran sosial, budaya dan ekonomi, justru tak bernilai lagi harganya,” ujar Tempongbuka.

Tempongbuka juga mengungkapkan dalam orasinya bahwa ribuan akademisi, politisi dan orang-orang hebat di Indonesia terlahir dari pekatnya tampa fufu kopra , dan keringat petani kopra.

“Sejarah menggoreskan bahwa ratusan bahkan ribuan politisi, akademisi, serta orang-orang hebat lainnya di Indonesia terlahir dari pekatnya asap tampa fufu kopra, dan hasil keringat para petani kopra, tapi Bagaimana nasib petani kopra hari ini? Jawabannya: Miris, ditengah meningkatnya harga kebutuhan pokok yang dibarengi dengan turunnya harga kopra, pastinya para petani kopra tak lagi dapat menghidupi keluarga, tak lagi dapat menyekolahkan anak-anaknya dan bahkan para petani kopra terancam terusir dari ruang hidup serta identitas mereka,” ungkap Tempongbuka.

Seperti kita ketahui Harga kopra setahun belakangan ini mengalami keanjlokan yang cukup signifikan. Di tahun 2017 harga kopra berkisar antara Rp.11.000/Kg, di semester pertama 2018 harga kopra turun menjadi 6000-7000 rupiah/Kg. sedangkan di akhir tahun 2018 harga kopra anjlok di harga 2000-3000 rupiah/Kg.

20181126_141529

Audy Wongkar, Billy Lombok, dan Rocky Wowor, yang adalah anggota DPRD Sulut langsung keluar dari gedung cengkeh tersebut dan menyambut masa aksi dan mendengarkan tuntutan yang di bawakan para orator masa aksi, bahkan Billy Lombok juga mengajak para massa aksi untuk berdiskusi didalam gedung dewan.

“Jadi kalau misalkan ada substansi Perda silakan kita diskusi didalam secara baik-baik supaya bisa menghasilkan produk legislasi yang luar biasa yang bisa menjawab semua apa yang menjadi bagian kerinduan bukan hanya teman-teman sekalian tapi masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya, semuanya boleh masuk tapi perwakilannya yang bisa berbicara didalam supaya kita teratur didalam teman-teman sekalian,” ucap Lombok yang adalaha anggota Fraksi Partai Demokrat.

Akan tetapi ketika massa aksi hendak masuk kedalam gedung DPRD Sulut, entah kenapa mendapat penolakan masuk oleh Sekwan DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu dan beberapa staf kepegawaian di DPRD Sulut sehingga sempat terjadi saling dorong antara massa aksi dan beberapa Staf kepegawaian DPRD juga pihak Kepolisian.

Salah satu dari Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, akhirnya keluar dan menemui para massa aksi yang bersikeras menuntut untuk bisa dapat masuk dan menyampaikan aspirasi di dalam gedung DPRD tersebut.

dalam penyampaiannya didepan massa aksi Wenny Lumentut msngatakan bahwa pimpinan dewan pada hari ini menerima aspirasi dari seluruh elemen yang mengatasnamakan Gerakan KOPRA Sulut, DPRD Sulut saat ini sementara memperjuangkan agar supaya bagaimana untuk menaikan harga kopra.

“Saya sebagai pimpinan dewan pada hari ini menerima aspirasi dari seluruh elemen yang mengatasnamakan Gerakan KOPRA Sulut, hal ini sebelum kalian datang kami lagi berjuang dipabrikan dan pemerintah pusat, bagaimana cara supaya harga kopra dapat dinaikan, oleh sebab itu kami meminta kesabaran dan ketenangan. Hasil dengar pendapat penyampaian hari ini akan kami tindak lanjuti dan akan kami sampaikan kepada pak gubernur dan instasi yang lebih tinggi,” Tegas Lumentut kepada massa aksi.

Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polresta Manado yang menurunkan puluhan personil anggotanya dan juga satu unit mobil water canon.

Adapun beberapa tuntutan dan masukan dari Gerakan KOPRA Sulut kepada DPRD Sulut :
1) DPRD Provinsi Sulawesi utara harus mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar segera menstabilkan kembali harga kopra.
2) Pemerintah daerah Sulawesi utara harus membuat regulasi peraturan daerah (perda) untuk mengontrol harga komoditas pertanian (Kopra).
3) Pemerintah harus menhadirkan BUMD untuk mengelolah dan memproduksi hasil pertanian (kopra) sebagai bentuk Industrialisasi di sektor pertanian.
4) Pemerintah harus memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi hasil produksi local “seperti minyak kelapa kopra”
5) Pemerintah harus mempertegas sistem ekonomi bangsa dengan kembali pada Pasal 33 UUD 1945.

(ffw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here