MANADO – Posisi geostrategis Sulawesi Utara (Sulut) sebagai beranda depan Indonesia di kawasan Asia Pasifik kembali menjadi sorotan.
Dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemprov Jatim dan Pemprov Sulut di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Kamis (4/6/2026), Wakil Gubernur Sulut Dr. Victor Mailangkay, SH., MH., menegaskan bahwa Bumi Nyiur Melambai memiliki segudang potensi unggulan yang siap dioptimalkan melalui kemitraan antardaerah.
Membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, Wagub Victor Mailangkay menjelaskan bahwa Sulut memiliki keunggulan kompetitif yang kuat pada sektor logistik, perdagangan, investasi, dan ekspor.
“Sulawesi Utara memiliki berbagai potensi unggulan yang siap dikembangkan melalui kemitraan dengan daerah lain. Sebagai gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik, Sulut memiliki posisi strategis,” tegas Victor Mailangkay.
Ia memaparkan, potensi-potensi tersebut meliputi sektor kelautan dan perikanan dengan komoditas andalan seperti tuna dan cakalang. Selain itu, ada sektor perkebunan yang ditopang oleh kelapa, pala, dan cengkih, serta sektor pariwisata yang pamornya sudah menembus kancah internasional.
Kekayaan alam Sulut ini dinilai sangat serasi jika dikolaborasikan dengan kekuatan industri yang dimiliki Jawa Timur.
“Jawa Timur memiliki kekuatan pada sektor industri, manufaktur, perdagangan, logistik, dan jaringan distribusi yang luas. Sementara Sulawesi Utara unggul pada sektor sumber daya alam, perikanan, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Kedua daerah ini saling melengkapi sehingga kerja sama yang dibangun memiliki peluang besar menghasilkan manfaat nyata,” tuturnya.
Hal ini disetujui oleh Wagub Jatim Emil Dardak yang menyebutkan konsep “Gerbang Baru Nusantara”, di mana pelabuhan di Sulut seperti Kota Bitung sangat strategis untuk mengakses pasar Filipina dan kawasan Pasifik, sedangkan Jatim mempermudah akses logistik ke wilayah barat hingga pasar global. (**Jerry)

Tinggalkan Balasan