MANADO, Bunaken.co.id – Upaya memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya serap lulusan di pasar kerja global terus dilakukan oleh Politeknik Negeri Manado (Polimdo).

Pada Senin, 2 Maret 2026, Wakil Direktur Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, SE., M.Si, secara resmi menerima kunjungan delegasi Tsubasa International yang dipimpin langsung oleh Yoshiyuki Kyomoto.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Teater Kampus Polimdo ini dihadiri oleh jajaran dosen serta puluhan mahasiswa yang tampak antusias menggali informasi mengenai peluang karir di Negeri Sakura.

Usai sambutan Wakil Direktur Juliet Makinggung, Yoshiyuki Kyomoto dari Tsubasa International mengungkapkan kegembiraannya dapat berkolaborasi dengan Polimdo.

Ia memperkenalkan Tsubasa International sebagai International Academy yang meskipun baru didirikan pada Juli 2023, memiliki visi besar untuk menjembatani tenaga kerja asing agar dapat berkontribusi maksimal di Jepang.

“Kami fokus pada industri padat karya dan ingin membantu pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Indonesia dan Malaysia. Kami ingin mewujudkan orang Indonesia yang mampu bekerja dan mempromosikan penggunaan daya manusia asing yang berkualitas di Jepang,” ujar Yoshiyuki.

Untuk memberikan pemahaman yang jelas bagi mahasiswa, Yoshiyuki memaparkan dua skema utama bagi warga negara asing yang ingin berkarir di Jepang yakni Tokutei Ginou (SSW) dan Ginou Jisshu (Magang Teknis).

Tokutei Ginou (SSW): karyawan / pekerja terampil, diizinkan pindah perusahaan, sertifikasi harus diperoleh sebelum ke Jepang, masa tinggal hingga 5 tahun.

Sementara untuk Ginou Jisshu (Magang Teknis): peserta magang, tidak bisa pindah kerja, sertifikasi bisa diperoleh setelah tiba di Jepang, masa kerja 1 hingga 2 tahun.

Tsubasa International menawarkan kesempatan penempatan di berbagai wilayah strategis seperti Kyushu, Niigata, dan Shizuoka.

Dari sisi kesejahteraan, para pekerja berpeluang membawa pulang gaji bersih (take home pay) sekitar Rp 15 juta per bulan.

Nominal tersebut merupakan angka bersih setelah dipotong pajak, asuransi kesehatan, serta biaya asrama. Standar waktu kerja yang diterapkan adalah 8 jam per hari dengan total 22 hari kerja dalam sebulan.

Wakil Direktur Polimdo, Juliet Makinggung, menyambut baik skema yang ditawarkan. Menurutnya, kolaborasi ini adalah langkah konkret dalam membekali mahasiswa dengan wawasan internasional dan akses langsung ke dunia industri di luar negeri.

“Kehadiran Tsubasa International memberikan gambaran yang sangat transparan mengenai karir di Jepang. Kami berharap mahasiswa Polimdo dapat memanfaatkan peluang emas ini untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian finansial mereka di masa depan,” pungkasnya. (Jerry)