Manado. Bunaken.co.id – Pelaksanaan sertifikasi Pilot Drone di Politeknik Negeri Manado (Polimdo) sementara berlangaung, dimana sebanyak 30 peserta yang menjadi keterwakilan Politeknik se-Indonesia terlihat begitu fokus mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini pun turut di hadiri oleh Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Provinsi Sulut Mad Syarief. Dalam keterangannya Mad Syarief membeberkan bahwa pelatihan ini adalah sebuah kebutuhan teknologi.
“Drone ini bukan saja digunakan untuk sekedar main-main, namun sekarang ini sudah masuk pada industri dan teknologi yang lebih mementingkan kepentingan negara, kemudian untuk kepentingan riset atau penelitian. Untuk dunia pendidikan, lebih spesifik untuk penelitian dan bahan pengajaran,” ungkap Mad Syarief, pada Kamis (26/9/2024).
Mad Syarief pun membeberkan bahwa materi-materi yang diberikan pada peserta itu sesuai dengan modul dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, yang di dalamnya ada 54 jam pembelajaran.
“Kami memberikan pengajaran selama 3 hari dengan 12 modul, artinya ini arial knowledge yang dipelajari sampai hari ketiga, sekaligus mempelajari aturan dan disiplin dari Pilot, kenapa harus mempelajari sebuah aturan, karena ada peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menjaga ruang udara agar tetap aman, sehingga ruang udara itu bisa dipakai bersama antara Drone, Helikopter maupun Pesawat, Balon Udara, serta layang-layang, yng tidak punya izin itu hanya satu, yakni Burung ,” jelas Mad Syarief yang juga merupakan alumni Polimdo ini dengan tersenyum.
Lebih lanjut Mad Syarief pun mengatakan, nantinya untuk kelulusan dari pelatihan ini agar bisa memperoleh sertifikasi para peserta akan diberikan ujian.
“Peserta akan mengikuti ujian teori, kemudian ujian lapangan dalam mengoperasikan Drone, serta penilaian kedisiplinan dalam mengikuti kelas teori maupun lapangan. Untuk saat ini, berkaitan dengan kedisiplinan dan modulnya semua peserta mampu memenuhinya. Dan sampai saat ini, peserta masih antusias,” tutur Mad Syarief.
“Bahkan juga saat ini, ada tes kesehatan, lebih khusus terkait buta warna, jika sebentar ada peserta ditemukan buta warna akan dianulir, karena tidak bisa pilot Drone itu buta warna,” pungkas Ketua APDI Sulut ini.
Sementara itu Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA,erespin dengan baik pelaksanaan sertifikasi Pilot Drone ini di Polimdo.
“Semoga setiap peserta bisa merasa nyaman dan aman, selama berada di kampus Polimdo,” ujar Alelo.
Alelo pun berharap dengan pelatihan ini para peserta nantinya bisa mengimplementasikan keahlian yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.
“Semoga pelatihan ini bisa dipakai dan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang Informasi, teknologi, sosial dan budaya,” pungkas Alelo.
Untuk diketahui sebagai pembawa materi pada pelatihan sertifikasi Pilot Drone di Polimdo ini diantaranya Dr. Ismail dari Universitas Mulawarman Samarinda, Prof. Dr. Endang Supriatna dari Universitas Hasanudin, APDI Sulut, AirNav Manado dan dari DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan