MANADO, Bunaken.co.id – Mengawali momentum Ramadan 1447 H, PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah. Hal ini dibuktikan dengan pembukaan gelaran Ngabuburit KUR Fest 2026 yang resmi dihelat pada Selasa (3/3/2026).

Berlokasi di area lobby parkir depan Gedung Kantor Pusat Bank SulutGo, Jl. Piere Tendean No. 100, Manado, festival ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat selama sebelas hari ke depan, yakni hingga 13 Maret 2026.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran petinggi “Torang pe Bank”. Tampak hadir Direktur Utama Revino Pepah, bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya seperti Mutesa Holdin, Rudiyanto Katili, Ester Rampengan, serta Komisaris Jaclyn Koloay.

Dalam sesi wawancara, Direktur Utama Revino Pepah menekankan bahwa acara ini memiliki misi yang lebih dalam dari sekadar pasar takjil.

“Ngabuburit KUR Fest merupakan wadah nyata bagi para pelaku usaha mikro yang merupakan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) kami. Kami ingin memberikan panggung bagi mereka untuk mempromosikan produk lokal sekaligus memperluas jangkauan pasar mereka,” ujar Revino.

Menambah kekhusyukan suasana menjelang berbuka puasa, BSG menghadirkan Ustad Taufik Adam untuk memberikan tauziah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan para pengunjung dan pelaku usaha akan pentingnya mencari keberkahan dalam berniaga serta memperbanyak semangat berbagi di bulan yang penuh ampunan ini.

Manajemen Bank SulutGo mengajak seluruh warga Kota Manado untuk meramaikan festival ini. Selain bisa berburu kuliner dan produk lokal berkualitas, pengunjung juga dapat merasakan langsung transformasi layanan perbankan yang terus dikembangkan oleh BSG.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Manado untuk datang, menikmati suasana sore menjelang berbuka, sekaligus mendukung produk-produk lokal UMKM binaan kami,” pungkas pihak manajemen.

Dengan adanya Ngabuburit KUR Fest 2026, Bank SulutGo membuktikan bahwa sinergi antara sektor perbankan, nilai-nilai religius, dan dukungan terhadap sektor riil dapat berjalan beriringan demi kemajuan ekonomi di Sulawesi Utara dan Gorontalo. (Jerry)