Manado. Bunaken.co.id.-  Laksamana TNI (Purn) Marsetio suami dari ketua umum PINKAN ibu Penny Iriana Marsetio, menjelaskan arti PINKAN kepada Direktur Polimdo Mareyke Alelo serta Civitas Akademika Pioliteknik Negeri Manado dalam kuliah umum, yang berlangsung hari ini (9/05).

Marsetio menjelaskan, beberapa tahun lalu PINKAN atau Persatuan Insan Kolintang Nasional telah mendapat pengakuan secara nasional namun saat ini sudah diakui secara internasional.

“Mungkin banyak yang bertanya tanya kenapa istri saya yang menjadi ketua umum Pinkan padahal istri saya bukan orang Minahasa. Saat ini saya menjelaskan bahwa Pinkan adalah Persatuan Insan Kolintang Nasiona, yang saat ini Kolintang telah diakui secara internasional,”kata Marsetio.

Dikatakan Ketua dewan Pembina Pinkan, DR Marsetio, setelah berjuang selama sepuluh tahun akhirnya Kolintang bisa diterima sebagai warisan budaya tak benda dunia.

“Perjuangan yang cukup Panjang telah kita lalui mulai dari pembuatan naskah akademik, peninjauan secara nasiolnal dan internasional hingga saat ini Kolintang telah diterima sebagai warisan budaya tak benda. Setelah diketok palu, dunia mengakui Kolintang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia,”jelas Ketua dewan Pembina Pinkan seraya mengutip perkataan Gubernur Sulut, Yulius Sevanus Komaling bahwa dihari ulang tahun Propinsi Sulut, Gubernur hendak menggelar parade Kolintang terbanya di Indonesia hingga pemecahan rekor MURI.

Mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Marsetio, sebelum mengakhiri penjelasannya terkait Pinkan, mengatakan bahwa perjalanan panjang alat musik Kolintang hingga diakui dunia, telah mengadakan berbagai pertunjukan di beberapa negara antara lain, Jepang, Belanda, Moscow, Sidney, Pert dan lainnya untuk memperkenalkan kepada dunia tentang Kolintang. Bahkan pengurus pusat Pinkan sempat mengirimkan utusan pelatih dengan perangkan alat musik ke beberapa negara untuk memperkanalkan Koliontang kepada dunia.

Seperti diketahui jumlah alat music Kolintang terbanyak ada di jawa timur.(sht)