Manado. Bunaken.co.id.- Polimdo atau Politeknik Negeri Manado menggelar FGD Pengumpulan data Dan Analisis Data Ketenagakerjaan Vokasi di Sulut dengan Pendekatan (STEEPV).
FGD yang digelar selama tiga hari, 17-19 Januari 2024, dihari pertama menghadirkan beberapa nara sumber yang kompeten dibidang masing masing seperti, Dr Christoffel M.O. Mintardjo, SE. MM. QRPM, Ivanly Matu, STP. MA. MM, Laddy G.J. Giroth. SS. MSi. MPd, Dra. Shelly Sondakh, Dr. Zulkifli Golonggom. MSi dan Fernando Lumowa.
Koordinator Kehumasan Politeknik Negeri Manado, Dr Stevi Kaligis. SE. MM. Ak. CA kepada wartawan mengatakan, FGD pengumpulan data dan analisis data ketenagakerjaan digelar dengan pendekatan STEEPV yakni, Sosial Teknologi Ekonomi Environment atau lingkungan dan Politik. Hal itu dilakukan untuk melihat berbagai macam persoalan bidang ketenagakerjaan usai menimba ilmu pendidikan vokasi di Polimdo.
“Pendekatan STEEPV dilakukan untuk melihat hasil akhir dari program yang ada di Polimdo. Kami menilai produk pendidikan apa yang harus kami ciptakan untuk memenuhi kebutuhan ketenagakerjaan yang ada di Sulawesi Utara.”kata Dr. Stevi Kaligis.
Dikatakannya, selama ini pihaknya mendapat informasi bahkan hasil dilapangan dimana banyak jeblosan pendidikan vokasi di Polimdo, yang terikat suatu perjanjian kerja dengan perusahan yang ada diluar daerah, bahkan bukan sedikit yang bekerja diluar negeri.
“Saat ini banyak lulusan pendidikan vokasi di Polimdo yang bekerja diluar daerah bahkan diluar negeri. Dan mungkin saja tawaran kerja diluar Sulawesi Utara itu sangat menjanjikan seleri atau gaji dibandingkan dengan kerja di daerah sendiri,”ungkapnya.
Disisi lain Koordinator Kehumasan Politeknik Negeri Manado, Dr Stevi Kaligis. SE. MM. Ak. CA menjelaskan bahwa ada persoalan dimana lulusan pendidikan vokasi di Polimdo banyak yang tidak diserap oleh lapangan pekerjaan yang ada di daerah ini karena ketidak sesuaian peluang investasi di Sulawesi Utara dengan lulusan pendidikan vokasi di Politeknik Negeri Manado.
“Saat ini banyak lulusan pendidikan vokasi tidak diserap oleh lapangan pekerjaan yang ada di daerah ini. Hal itu dikarenakan tidak adanya keseragaman lulusan program pendidikan vokasi dengan lapangan pekerjaan yang ada. Contohnya, daerah ini sangat membutuhkan lulusan keahlian bidang Pertambangan, namun pihaknya tidak memproduksi sarjana atau tenaga ahli bidang tersebut,”jelas Stevi Kaligis.
Berkaitan dengan kegiatan FGD untuk memperoleh berbagai data, dan itulah yang harus dilakukan oleh Polimdo yakni menselaraskan jeblosan pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja yang ada di daerah ini.(Sonny)

Tinggalkan Balasan