MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan bahwa kegiatan Misi Dagang bukan sekadar seremonial bisnis biasa, melainkan strategi krusial untuk memperkuat kedaulatan produk dalam negeri. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, SH., MH., saat membacakan sambutan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE pada pembukaan Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jatim dan Sulut di Manado, Kamis (4/6/2026).

Di hadapan ratusan pelaku usaha dan jajaran perwakilan Bank Indonesia, Victor menyampaikan bahwa Misi Dagang memiliki nilai strategis dalam memperluas pasar domestik, terutama bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian terhadap pengembangan UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Upaya mempertemukan pelaku usaha dari berbagai daerah merupakan langkah yang sangat tepat untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal Indonesia,” ujar Victor Mailangkay.

Wagub menekankan pentingnya membangun ruang komunikasi bisnis yang sehat agar para pelaku usaha lokal dapat memperkuat rantai pasok antarwilayah, yang pada akhirnya membuahkan transaksi perdagangan yang saling menguntungkan. Pada tahun 2026 ini, komitmen transaksi Misi Dagang Jatim-Sulut sendiri melonjak drastis mencapai angka Rp1,74 triliun.

“Misi Dagang bukan sekadar agenda seremonial ataupun pertemuan bisnis biasa. Ini adalah strategi penting memperkuat pasar dalam negeri agar semakin dikuasai produk-produk lokal Indonesia,” kunci Victor.

Guna memastikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat bawah, Wagub meminta agar seluruh nota kesepahaman dan kesepakatan perdagangan yang ditandatangani segera ditindaklanjuti secara konkret melalui pengembangan industri pengolahan serta peningkatan kualitas SDM pelaku UMKM daerah. (**Jerry)