Damar Latri Setiawan

JAKARTA, Bunaken.co.id – PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional. 

Berdasarkan laporan performa periode 30 April 2026, perusahaan berhasil menorehkan kinerja positif yang signifikan lewat strategi bisnis adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif.

Pegadaian sukses mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, melonjak 87,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp2,34 triliun.

Lompatan Aset dan Kualitas Pembiayaan yang Sehat

Akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total aset perusahaan yang kini mencapai Rp183,8 triliun, alias meningkat 56% dari tahun lalu (yoy) yang sebesar Rp117,8 triliun.

Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp153,6 triliun, naik 58,8% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp96,7 triliun.

Menariknya, pertumbuhan impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. 

Beberapa indikator keuangan yang berhasil dicatatkan antara lain:

Penurunan NPL: Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun signifikan dari 0,82% (April 2025) menjadi 0,51% (April 2026).

Peningkatan Profitabilitas: Rasio Return on Asset (ROA) terdongkrak menjadi 7,49% dan Return on Equity (ROE) menyentuh angka 29,72%.

Efisiensi Biaya: Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, yakni sebesar 59,71%.

Kado Indah di Usia Satu Seperempat Abad

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian ini, terlebih momentum tersebut bertepatan dengan usia Pegadaian yang kini menginjak 125 tahun.

“Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Damar.

Damar menambahkan, memasuki usia baru ini, Pegadaian berkomitmen untuk terus bertransformasi dengan mengawinkan aspek digital dan kebutuhan riil masyarakat melalui aplikasi digital Tring! serta layanan komoditas anyar seperti Bulion Services.

Pionir Bank Emas (Bulion) Pertama di Indonesia

Komitmen Pegadaian untuk memimpin pasar investasi diwujudkan melalui ekspansi ekosistem emas secara menyeluruh. 

Pegadaian secara resmi mencatatkan sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin operasional untuk menjalankan kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui legalitas tersebut, Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap di tanah air, meliputi:

Deposito Emas

Pinjaman Modal Kerja Emas

Jasa Titipan Emas Korporasi

Perdagangan Emas

Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur paling mumpuni karena 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, didukung oleh jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.

Dukungan Penuh dari Jajaran Wilayah

Apresiasi juga datang dari daerah. Pemimpin Wilayah Kanwil V Manado (meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua), Maksum, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi bisnis di tingkat daerah sudah berada di jalur yang tepat (on the track).

“Kami di wilayah tentunya mendukung penuh langkah strategis yang terus dihadirkan Direksi. Capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan Pegadaian di daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas literasi investasi emas, serta menghadirkan solusi finansial yang aman dan terpercaya bagi masyarakat,” tegas Maksum.

Dengan capaian kinerja yang terus melesat naik, Pegadaian optimistis dapat terus memperluas inklusi keuangan serta memperkuat posisinya sebagai perusahaan jasa keuangan terpercaya di Indonesia. (**Jrp)