oleh

Kolaborasi Yayasan Plan International Indonesia bersama YCMI didukung oleh BPHN Kemenkumham Gelar Pelatihan Paralegal

Manado, Bunaken.Co.Id-Yayasan Plan International Indonesia (YPII) lewat SAFE Seas Project bersama mitra mereka Yayasan Cahaya Mercusuar Indonesia melakukan kolaborasi dalam melaksanakan Pelatihan Paralegal dengan menggandeng Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham. Selasa (25/04/2022).


Bertempat di Hotel Mercure Manado, pada sambutannya dalam pembukaan kegiatan ini, D Novian Baeruma, S.H., mewakili Direktur Proyek SAFE Seas Bapak Nono Sumarsono, mengatakan bahwa YPII sangat mengapresiasi sekali kegiatan yang diselenggarakan kali ini.

Menurutnya, SAFE Seas percaya bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak yang sangat besar bagi peningkatan kapasitas para pemberi bantuan hukum kepada masyarakat yang masih sangat awam dan mengerti hukum.

“Dengan adanya pelatihan dan pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemberian bantuan hukum bagi para pekerja AKP. Terima kasih juga kepada Kepala BPHN Kemenkumham yang telah memberikan ijin pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ini”, tutupnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala BPHN Kemenkumham Kartiko Nurintias , SH., MH., dalam sambutannya mengatakan Indonesia adalah Negara yang besar yang diketahui mempunyai tatanan geografisnya berbeda-beda.

Dalam pelatihan ini juga dirinya berharap dapat melahirkan Peralegal-paralegal yang tentunya akan berguna bagi wilayah mereka masing-masing.

“Karena kita menyadari bersama bahwa peran advokat yang dalam segi jumlah masih sangat kurang untuk dapat memenuhi kebutuhan tadi. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginnya atas apa yang di prakarsai oleh YCMI dan di dukung oleh Yayasan Plan International Indonesia melalui SAFE Seas Project sehingga pelatihan dan pendidikan ini dapat terlaksana dan kami sangat berharap kedepannya dapat di ikuti juga oleh Lembaga bantuan hukum lainnya,” ucapnya melalui daring.

Dirinya juga berharap bahwa paralegal-paralega ini dapat melakukan kegiatan atau pendampingan non-llitigasi, “sehingga lewat YCMI dapat hadir para pendamping yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memberikan advokasi kepada masyarakat di wilayah mereka masih masing”, tutupnya dan membuka kegiatan ini secara resmi.

Kegiatan pelatihan dan pendidikan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 25 April 2022 dan berkahir di tanggal 27 April 2022, dengan jumlah perserta 20 orang dari berbagai lokasi dan daerah.(Cal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed