oleh

Terkait Penyaluran Insentif Rohaniawan, Masyarakat Jangan Salah Artikan

Manado. Bunaken.co.id.- Program Pemerintah Kota Manado, dibawah pimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang dengan memberikan dana insentif kepada para rohaniawan di Kota Manado, jangan disalah artikan.

Anggota DPRD Kota Manado, Jean Sumilat, mengatakan AA-RS senantiasa memberikan apresiasi atas peran para rohaniawan dan tokoh agama pada pembangunan spiritual jemaat.

Meski demikian, AA-RS juga, membutuhkan bantuan dari para rohaniawan di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Berdasarkan data pemerintah ternyata hampir semua kasus kriminalitas di Kota Manado diakibatkan karena mabuk. Hampir tidak ada akibat masalah ekonomi. Nah, di sini AA-RS membutuhkan bantuan rohaniawan bisa mendata potensi kriminalitas di jemaat masing-masing,”jelas Jean Sumilat kepada wartawan.

Bantuan dari para rohaniawan dalam bentuk data dan informasi tersebut, menurut Jean Sumilat, akan menjadi acuan kebijakan sosial kemasyarakatan oleh Pemkot Manado ke depannya.

Terkait dana insentif rohaniawan, Sumilat menambahkan, jangan dilihat nominalnya tapi penghargaan dari pemerintah.

“Itu dana insentif bukan bansos, kalau nominalnya berbeda mengacu pada prinsip keadilan yakni proporsional,”pungkas Jean Sumilat.

Sementara terkait infrastruktur publik, kata Sumilat, kondisi sekarang sudah lebih baik.

“Itu diakui sendiri oleh masyarakat. tempat rawan banjir dan genangan air sudah jauh berkurang dikarenakan program normalisasi sungai, anak sungai dan parit terus digenjot,” tukas Sumilat.

Begitu pula soal kebersihan, sudah jarang terjadi tumpukan sampah termasuk pasca Natal dan Tahun Baru.(*/Sonny)

Megahmark

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed