oleh

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Hery Tipu Korbannya Hingga Puluhan Juta

Bitung, Bunaken.Co.Id – Tim Gabungan Polres Bitung bersama Polsek Aertembaga amankan pelaku HW alias Hery (49) Tindak Pidana Penipuan Dengan modus Penggadaan, warga Kel. Mahawu, Kec. Tuminting Kota Manado, sekita pukul 01.00 WITA, Sabtu (08/01/2022).

Menurut Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S. Irawan saat konferensi pers ketika diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, awalnya korban IA alias Ivan (32) warga Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, mendapat informasi bahwa pelaku bisa menggandakan uang.

“Korban kemudian bertemu dengan pelaku ke kediamannya untuk menanyakan hal tersebut yang mana pelaku mengatakan bahwa memang benar dirinya dapat menggandakan uang dengan berbagai tingkatan, mulai dari Rp 3.500.000, Rp 7.500.000, Rp 25.000.000 Rp 52.000.000 dan Rp 250.000.000,” ucap Kapolres saat konferensi pers di Halaman Mako Polres Bitung. Rabu(12/01/2022)

Lanjut Kapolres, Hery kemudian menawarkan korban untuk mengambil tingkatan Rp. 52.000.000, dan saat itu pelaku juga mengatakan bahwa apabila korban mengambil dibawah Rp. 52.000.000 maka banyak persyaratan yang akan di penuhi oleh korban sehingga saat itu saksi mengikuti kemauan dari pelaku.

“Menurut pelaku uang sebesar Rp52.000.000 tersebut bukan untuk pelaku melainkan untuk dibelikan media berupa minyak yang berfungsi untuk menarik uang (memperbanyak) dan media berupa minyak tersebut hanya didapat di Gorontalo,” terangnya.

Korban kemudian menjemput pelaku menuju kediaman Korban bertempat di Kota Bitung untuk melakukan praktek penggandaan uang dan meminta disiapkan 1 kamar untuk melakukan ritual penggandaan uang.

Setelah pelaku berada didalam kamar kemudian saat itu pelaku menutup pintu kamar dan mengambil uang mainan yang sudah dibawa dan disiapkan oleh pelaku kemudian menyusun diatas kardus seolah-olah sepeti uang asli dan diantara uang mainan tersebut pelaku menyelipkan uang asli, lalu sekitar 15-30 menit kemudian pelaku keluar dari kamar dan meminta saksi korban untuk melihat dari pintu kamar dan melarang untuk masuk kedalam.

“Hal tersebut pelaku lakukan berulang-ulang sampai pada hari ketiga pelaku meminta korban untuk jangan membuka kamar sampai 44 hari dan kemudian meminta ijin untuk pulang kembali ke Manado diantar oleh Korban,” jelasnya.

“Selepas 3 hari akhirnya korban merasa curiga dan membuka kamar tersebut namun tidak ada uang sehingga korban menelpon ke pelaku dan pelaku mengatakan bahwa “uangnya sudah ditarik Jin” dan masih banyak syarat yang harus dipenuhi, sampai akhirnya pelaku memblokir nomor telepon korban sehingga korban merasa kecewa dan melaporkan hal tersebut,” tambah Kapolres.

Perlu diketahui pelaku juga sempat membeli 1 Unit Mobil Toyota Kijang KF50 Warana Biru dari hasil tindakannya tersebut.

Sementara itu Hery ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan baru pertama kali melakukan tindakan tersebut.

“Baru pertama kali, dan awal bekerja sebagai penjual di Pasar Bersehati Manado,” singkatnya.

Pelaku dikenakan Pasal 378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dengan barang bukti berupa; Uang mainan Pecahan 100.000 sebanyak Rp.330 Lembar, 3 Buah foto copy Bukti Transfer dari Korban ke Rekening Terlapor, 1 Unit Mobil Toyota Kijang KF50 Warana Biru, 2 Buah Keranjang (loto), 1 Buah Koper/palis besar, 2 Botol Minyak pewangi ruangan merek HORDIK, 4 Botol minyak merek matahari berukuran botol kecil, 4 Empat Buah karton Besar, 5 Buah Kain Putih, 2 Buah kain kuning, dan Uang mainan sebanyak 99 Bungkus. (Cal)

Megahmark

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed