oleh

Dikukuhkan, Kelompok Tani Milenial Tosuraya Barat Siap Berinovasi

Ratahan. Bunaken.co.id.- Guna memperkuat kerjasama antar kelompok petani dalam lingkungan organisasi, Rabu 27/10 Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Minahasa Tenggaramengukuhkan Kelompok Tani ‘Milenial’ Tosuraya Barat.

Bertempat di Kolam Renang Kawiwi, Tosuraya Barat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Mitra, Johanna Untu melalui Kabid Penyuluh Olvie Lumopa didampingi Kepala Balai Penyuluh Pertanian Leonardie Ratela bersama jajaran, memberi motivasi kelompok tani ‘Milenial’ agar lebih kreatif dan inovatif dalam memajukan pertanian.

“Mudah-mudahan dengan dibentuknya kelompok ‘Milenial’ yang semuanya anak mudah, dapat memberdayakan kelompok dengan baik serta dapat menjaga kekompakan,” kata Lumopa.

Menurutnya, kelompok tani anak muda yang terbentuk sudah sangat baik. Apalagi saat ini lagi giatnya program Kementrian menunjang inovasi anak muda dalam mengolah lahan pertanian ditengah situasi pandemi covid-19 saat ini.

“Saya berharap kelompok ini bisa menunjukkan eksistensi di dunia pertanian dengan memanfaatkan teknogi digital yang ada saat ini,” harapnya.

Sementara, Kepala BPP Ratahan Leonardie Ratela sepakat apa yang disampaikan Lumopa dan meminta agar kelompok ‘Milenial’ langsung action dengan memanfaatkan lahan bercocok tanam.

“Berkelompok itu bagaimana sama-sama belajar khususnya bertani. Sehingga memotivasi anggota kelompok berinovasi dalam pertanian, misalnya bercocok tanam dengan ilmu yang didapat dari kelompok iti sendiri,” ucapnya.

Lebih lanjut Leonardie Ratela mengatakan bahwa, keuntungan dari membentuk kelompok yang sah, lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi di agen resmi dengan harga dibawah eceran.

“Yang pasti kalau sudah menjadi anggota kelompok yang sah, akan mendapat pupuk bersubsidi. Tak hanya itu, bantuan berkaitan dengan pertanian juga akan mudah didapat misalnya bibit jagung,” ucap Ratela.

Dirinya berharap kelompak tani ‘Milenial’ Tosuraya Barat, dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk menarik pangsa pasar hasil pertanian. Sebab di era digital seperti saat ini merupakan suatu tantangan bagi kaum milenial untuk berani tampil beda dalam memasarkan hasil pertanian.

“Makanya kami sangat mendorong petani Milenial agar dapat berinovasi dalam dunia pertanian apalagi dalam memasarkan hasil panen melalui teknolgi yang maju saat ini,”pungkasnya.(Tian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed