oleh

Pemkot Manado Lakukan Pinjaman 205 Miliar Ke PT SMI

Manado. Bunaken.co.id.- Pemerintah Kota Manada melakukan pinjaman dana ke PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI sebesar Rp205 miliar lebih guna membiayai sejumlah kegiatan termasuk kelanjutan pembangunan RSUD Manado.

Hal itu dikatakan Walikota Manado Andrei Angouw saat membawakan sambutan dalam Rapat Paripurna Pengantar Nota APBD Perubahan 2021, di Kantor DPRD Manado, tadi sore.

Namun menurut Walikota, pinjaman tersebut belum tahu pasti akan disetujui atau tidak.

“Sudah ada gambaran tapi belum pasti,” jelas Andrei Angouw

Sementara itu, di akhir rapat paripurna, legislator Partai Amanat Nasional (PAN), Bambang Hermawan, mengatakan bahwa dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disiapkan pemerintah pusat dari APBN sebesar Rp10 triliun, sementara dana dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hanya sebesar Rp5 triliun.

“Di Direktorat Keuangan, sudah masuk proposal sekitar 48 T, kita harus bertarung. Fraksi PAN berharap ada keseriusan bersama,” tukas Hermawan.

Walikota Andrei Angouw diwawancarai usai rapat paripurna berjanji akan berjuang maksimal untuk mendapatkan dana pinjaman tersebut.

“Berharap semaksimal mungkin, sudah juga kontak ke sana dan angka 205 (miliar) yang sebelumnya kita usulkan 600 (miliar),” kata Andrei Andrei Angouw.

Diketahui, selain pembangunan RSUD Manado, dana pinjaman ini bila disetujui akan digunakan untuk renovasi Pasar Bersehati serta pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan dan drainase di Kota Manado.

“Yang tidak bisa dibiayai oleh APBD, kita gunakan dana PEN ini atau Pemulihan Ekonomi Nasional. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43 akan dicantumkan pada APBD dan harus diperdakan,” tandas Andrei Angouw.

Sebelumnya soal rencana pinjaman ini sudah disampaikan ke DPRD Manado melalui surat Nomor 900 tertanggal 2 Agustus 2021. Namun dalam paripurna ini, kembali disampaikannya untuk diketahui pimpinan dan anggota dewan.

Dia menambahkan, pinjaman sebesar Rp205 miliar tersebut menggunakan bunga pinjaman sebesar 6,19 persen dengan jangka waktu selama 8 tahun.

“Kegiatan PEN dapat dilakukan secara tahun jamak dan akan melewati tahun anggaran 2021,” terang Angouw.

Diketahui, rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Aaltje Dondokambey didampingi Wakil Ketua Noortje Van Bone dan Audrey Laikun, juga dihadiri Wawali Richard Sualang dan Sekkot Micler Lakat, serta anggota DPRD secara terbatas mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.(Sonny)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed