oleh

Ora Et Labora: Solusi MMHH Mengatasi Pandemi Covid-19

Penulis: Novianto Topit, Aktivis Muda Kota Bitung

Bitung, Bunaken.Co.Id-Sejak awal kemunculannya, Pandemi Covid 19 sudah menciptakan kegaduhan secara global. Virus yang di awali kemunculannya dari Wuhan, China ini terus berekspansi ke negara lain dan terus bermetamorfosis menjadi varian baru yang lebih bahaya dalam penularannya.

Di Indonesia sendiri, virus ini diberikan perhatian lebih dalam upaya penanganannya. Secara Nasional, Pemerintah RI, dan semua element Organisasi Kemasyaraktan bahu membahu, bekerja sama menangani Pandemi Covid 19 ini.

Foto: (istimewa) Novianto Topit, Aktivis Muda Kota Bitung
Foto: (istimewa) Novianto Topit, Aktivis Muda Kota Bitung

Dalam penularannya, saat ini pun Kota Bitung telah menjadi zona merah yang mengakibat Kota Bitung termasuk dalam beberapa Daerah yang harus melakukan PPKM Level IV (Sebagaimana instruksi Mendagri). Oleh karenanya, penting kita sebagai masyarakat untuk menelaah problematika ini secara objektif, dan menelaah upaya apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah dalam penanganannya.

Dalam upaya menekan angka penularan Covid 19 saya melihat MMHH senantiasa berupaya semaksimal mungkin dalam mengatasi semua permasalahan yang menjadi tuntutan publik yang berkaitan dengan Pandemi Covid 19 ini. Dalam solusinya, seakan tersirat MMHH sedang ingin mengimplementasikan suatu upaya kongkrit yang dalam bahasa filosofis kita kenal dengan istilah ora et labora (bekerja dan berdoa).

Ora Et Labora

Semboyan ora et labora ini merupakan kalimat populer yang sering saya dengarkan pada saat saya menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD GMIM 2 Bitung. Secara bahasa dapat di artikan bahwa ora et labora adalah bekerja dan berdoa, atau bisa juga diartikan bekerja di iringi doa. Semboyan ini pada umumnya digunakan oleh penganut kepercayaan agama Kristen. Namun secara implementatif semboyan ini relevan dengan ajaran semua agama atau kepercayaan.

Kita bisa memahami bahwa ora et labora merupakan upaya yang paling paripurna dalam menyelesaikan segala bentuk persoalan. Kadang kalah sebagai manusia dalam melakukan pekerjaan kita lupa untuk berdoa, bermunajat kepada yang Maha Kuasa. Begitupun sebaliknya, sebagian orang ada yang berdoa tapi lupa untuk bekerja. Oleh karenanya, ora et labora memang harus diimplementasikan dalam keseharian kita.

Dalam telaah saya, khususnya dalam kebijakan, program, serta kegiatan yang berkaitan dengan penanganan Pandemi Covid 19, demi menekan laju penularan Covid 19 Pemerintahan MMHH mencoba menjadikan ora et labora ini sebagai sebuah tradisi dalam Pemkot Bitung. Ini merupakan suatu upaya dengan pendekatan yang mulia.

Kerja Nyata MMHH

Setelah beberapa hari Pemerintah Kota Bitung babak belur dengan kritikan mengenai pelayanan kesehatan. Tidak butuh waktu lama, setelah selesai masa isolasi sang Walikota, Pemerintahan MMHH langsung tancap gas.

Dalam langkah strategisnya, untuk mensiasati RS di Kota Bitung yang pasiennya telah melebih kapasitas penampungan RS, maka MMHH mengadakan RS Darurat dengan memanfaatkan Rusunawa serta 2 Kapal Pelni pun ikut diperbantukan untuk RS Darurat. Dalam mengambil kebijakan strategis, saya menilai MMHH cukup aspiratif terhadap saran dan masukan masyarakat, dan hal lain yang tidak kalah penting untuk tersampaikan ke publik adalah watak mereka tidak anti kritik. Semua kritikan publik senantiasa dijadikan bahan evaluasi.

Penguatan Lewat Doa

Seakan mengerti bahwa dalam frasa religiusitas bahwa Allah, Tuhan semesta alam adalah penguasa atas segala persoalan. MMHH mengambil suatu kegiatan doa bersama untuk dilaksanakan Pemerintah dengan melibatkan semua keterwakilan agama dalam prosesi doa bersama yang digelar.

Suatu harapan besar bersama tentunya, setelah berbagai macam upaya Pemerintah untuk menekan penularan Covid 19, dengan doa bersama ini lebih dapat meningkatkan spritualitas masyarakat Kota Bitung. Dan sebagai upaya membangun relasi dengan Sang Pencipta agar upaya yang dilakukan bisa diridhoi dan di rahmati Allah.

Dari kesekian upaya yang dilakukan oleh MMHH untuk lebih lanjut lagi mengakhiri fase Pandemi Covid 19 ini, mari kita bersama – sama dengan MMHH bekerja sama dengan mengambil semboyan ora et labora sebagai implementasi kita bersama untuk menjadikan Kota Bitung yang lebih baik.

Dalam hal penanganan Covid 19, mari bersama – sama kita menaati protokol Covid 19 serta mengikuti aturan yang diberlakukan Pemerintah demi menekan angka penularan Covid 19. Serta menyertai dengan doa, agar kita semua diberikan keselamatan. (**/Cal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed