Tulude Virtual di Tahun 2021?

0
75

Bitung, Bunaken.Co.Id-Komunitas seni dan budaya NCCL (North Celebes Creative Lab) bekerjasama dengan berbagai diaspora Nusa Utara akan menghelat Gelar Adat Tulude secara virtual di tahun 2021.

Pandemi yang terjadi saat ini merupakan tantangan terbesar bagi kelangsungan proses kebudayaan.

Namun di sisi lain, kondisi pandemi saat ini turut merangsang tumbuhnya beragam proses kreatif baru.

Platform Virtual merupakan salah satu solusi dalam keberlangsungan proses kebudayaan, namun pertanyaan utama yang mengemuka adalah bagaimana beragam produk budaya yang disajikan tidak kehilangan makna utama?

Fey Muris, Producer pelaksana gelar adat Tulude Virtual 2021 menyampaikan bahwa dalam menyajikan ekspresi dan makna nilai budaya secara virtual merupakan tantangan tersendiri.

“Tim kerja melakukan riset dan diskusi untuk dapat dengan tepat menyajikan nilai-nilai ekspresi budaya yang Hanya bisa disajikan dalam sebuah frame kamera,” ujarnya. Senin (11/01/2021).

Oleh karenanya dalam pelaksanaan Tulude virtual menurut Fey akan ditayangkan secara berseri dengan masa waktu 14 hari dimulai dari 14 Januari hingga 31 Januari.

“Tim Kerja akan menyajikan terlebih dahulu beragam program dokumenter serta tajuk rencana yang mengupas aspek-aspek yang terlibat dalam upacara diantaranya tentang para pelaku upacara, jenis tari & musik hingga prosesi yang dilakukan sebelum upacara.” Tambahnya.

Bentuk tayangan ini jelas Fey, ditayangkan dengan maksud untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai-nilai budaya yang terkandung.

“Sebagai puncak, akan ditayangkan secara live-straming upacara adat Tulude pada tanggal 31 Januari 2021 melalui akun media sosial NCCL,” katanya.

Secara terpisah budayawan Sangihe Max Galatang menyampaikan Bahwa kegiatan virtual yang dilakukan ini merupakan upaya dalam menjaga kelestarian nilai tradisi. Keterlibatandan animo masyarakat, khususnya masyarakat Nusa Utara sangat tinggi dalam pelaksanaan Tulude.

“Semoga bentuk virtual yang dilakukan dapat menjadi salah satu alternatif dalam pelaksanaan kegiatan nanti,” harapnya.

Selain pelaksanaan program budaya, ditahun ini NCCL mencoba mengemas nilai edukasi sebagai bagian utama pelaksanaan progam.

Kelompok vokal Bitung Voice merupakan salah satu pemantik yang turut memperkenalkan beragam bentuk seni yang terkandung dalam Tulude melalui tayangan “belajar lagu dan tari Tulude” secara virtual.

Aurora Watupongoh salah satu personil dari Bitung Voice menyampaikan bahwa bentuk edukasi kepada mamasyarakat.

“Khususnya para adik-adik di sekolah merupakan hal dasar yang dapat dilaksanakan agar masyarakat dapat lebih memahami kekayaan nilai yang terkandung dalam budaya ini,” terang Au sapaan akrabnya.

Kegiatan Tulude virtual turut juga didukung oleh Pemerintah Kota Bitung melalui dinas Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui dinas Kebudayaan.

Patricia Mawitjere -Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi utara menyampaikan Bahwa pelaksanaan kegiatan Tulude secara virtual merupakan implementasi dari strategi pemajuan kebudayaan seperti yang telah tercantum dalam undang – undang pemajuan kebudayaan No 5 Tahun 2017.

“Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas merupakan salah satu kunci dalam terciptanya kemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Senada, Pingkan S Kapoh sebagai kepala dinas pariwisata Kota Bitung menyampaikan bahwa bentuk upaya yang dilakukan merupakan sebuah upaya persiapan dan juga pemasaran secara virtual atas beragam Potensi pesona pariwisata di Kota Bitung yang dimiliki diantaranya pesona budaya.

“Untuk menyaksikan gelar adat Tulude pertama yang dikemas secara virtual pada tanggal 14 – 31 Januari nanti,” singkatnya. (Cal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here