Gereja Shincheoni Donasikan Plasma, Pengobatan Covid-19

0
814

Manado. Bunaken.co.id.- Gereja Shincheoni Korea Selatan baru baru ini mendonasikan Plasma untuk pengobatan Covid-19. Aksi social penggalangan donasi plasma yang dilakukan sebuah organisasi Gereja yang ada di Korea Selatan itu, berhasil mengumpulkan sekitar 897 relawan yang mendonasikan Plasma untuk pengembangan vaksin covid-19.

Sesuai realis yang diterima media ini dari HWPL atau “Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light” yang dipimpin Man-Hee Lee mengatakan, di tanggal 27 Agustus, terdapat 1.223 anggota dari organisasi keagamaan bernama Gereja Yesus Shincheonji berpartisipasi dalam mendonasikan plasma untuk pengobatan Covid-19. Dan hal itu dilaksanakan sesuai dengan undangan dari otoritas-otoritas Kesehatan di Korea.

HWPL 1

“Di Korea Selatan pada tanggal 24 lalu meminta Gereja Shincheonji untuk bekerjasama mendonasikan plasma tambahan untuk pengembangan vaksin karena awal tahun ini, sekitar 5.000 kasus terkonfirmasi ditemukan dari para anggota Gereja Shincheonji dengan jumlah infeksi terbanyak dari Kota Daegu,”kata Helmy, sebagai Volunteer HWPL.

Lanjut Helmy dalam realisnya menjelaskan, angka tersebut di mana sebagian besar di antara mereka sembuh dari virus dengan angka kematian 11 orang. Dan menurut laporan dari Korea Centers for Diseases Control and Prevention (KCDC), sejumlah 897 donasi diselesaikan di bulan Juli melalui Kerjasama antara KCDC dan Gereja Shincheonji.

Dikatakannya, menyikapi perlunya keringanan untuk pengembangan pengobatan melalui donasi plasma dan uji klinis, KCDC meminta babak selanjutnya untuk donasi skala besar dari para anggota Gereja Shincheonji di bulan Agustus.

Melihat  langkah tersebut menurut Helmy, KCDC memberikan apresiasinya kepada Gereja Shincheonji yang diketuai oleh Lee, Man Hee karena telah berpartisipasi aktif dalam pengumpulan plasma.

“Dalam dokumen resminya untuk partisipasi aktif dalam pengumpulan plasma sebagai kelompok untuk pengembangan obat corona(virus) dengan tujuan keamanan kesehatan nasional dalam krisis global yang disebabkan oleh Covid-19. Dengan kerjasama dari Kota Daegu, Daegu Athletics Center berencana untuk menyediakan tempat, dan Red Cross berencana untuk menyediakan peralatan yang dibutuhkan dan personil dari 27 Agustus sampai 4 September,”ungkap Helmy dalam realisnya.

Kwon Jun-wook selaku Wakil Direktur Korea Centers for Diseases Control and Prevention (KCDC), juga mengucapkan rasa terimakasih kami terhadap Kota Daegu yang telah menyediakan lokasi bagi donasi kelompok ini. Terhadap para anggota jemaat dari organisasi keagamaan, Shincheonji.

Lanjut Helmy dalam realisnya menjelaskan, penelitian dan pengembangan untuk pengobatan dari plasma darah yang pulih dari virus, sedang dikerjakan oleh National Institute of Health di bawah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan dengan Kerjasama dari Green Cross (GC) Pharma, sebuah perusahaan bioteknologi di Korea Selatan.

Pada hari yang sama, US Food and Drug Administration (FDA) meresmikan penggunaan darurat plasma dari orang-orang yang pulih untuk pengobatan COVID-19. Para ahli mengatakan bahwa diperlukan pengumpulan data yang lebih banyak untuk melihat kegunaan dari pengobatan itu. Tantangan besar meneliti ke-efektifitas-an dan pengembangan pengobatan plasma ini adalah terbatasnya persediaan donor dari mereka yang telah pulih dari virus.

Sebagai pemimpin keagamaan, Ketua Lee, Man Hee dari Shincheonji pada bulan Juli berkata, donasi plasma adalah pekerjaan yang harus dilakukan sebagai warga negara dan sebagai orang percaya sejati. Ini adalah menaati perintah Yesus untuk mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here