Ni Nyoman Susun : Perlunya Pengetahuan Masyarakat Akan Pola Hidup Sehat

0
183

Bolmong, bunaken.co.id – Pengentasan masalah gizi di Indonesia kini dilakukan dengan pendekatan keluarga. Dalam pendekatan ini, Ns. Ni Nyoman Susun, S.Kep, MM selaku kepala puskesmas pusian yang ditemui pada Kamis (13/02) di ruang kerjanya mengatakan “Tak lagi hanya menunggu kasus namun juga harus menjemput bola dengan mengunjungi keluarga-keluarga,” tuturnya.

IMG_20200211_115520-1036x492

Menurut kepala puskesmas permasalahan gizi tak hanya mencakup status sosial ekonomi namun juga pengetahuan mengenai gizi seimbang. Untuk itu, puskesmas pusian selalu turun langsung untuk memberikan pemahaman ke masyarakat.

Dengan kita turun ke masyarakat kita bisa melihat secara komprehensif bagaimana keadaan keluarga, asupan gizi sehari-hari dan pola asuh. Tentu kita harus tahu bahwa masalah gizi sudah dimulai saat awal kehamilan. Jadi semua segmen kita intervensi lewat pendekatan keluarga.

Ia menambahkan salah satu komponen terpenting dalam pembangunan kesehatan, adalah terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

Ia mengingatkan pula bahwa periode kehamilan hingga anak berusia 2 tahun merupakan kesempatan emas dalam mencetak generasi berkualitas bebas stunting dan masalah gizi lainnya.

Intervensi pada periode 1.000 HPK tidak boleh diabaikan, karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang.

Pada kesempatan itu. Ni Nyoman Susun juga menjelaskan bahwa saat ini, puskesmas pusian masih dihadapkan dengan permasalahan gizi seperti anak kurus bukan stunting.

Berbagai permasalahan gizi saat ini baik gizi kurang termasuk stunting dan gizi lebih, ternyata tak hanya dialami masyarakat menengah ke bawah atau pedesaan tapi terjadi hampir di seluruh strata ekonomi masyarakat termasuk perkotaan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pemicu masalah gizi tersebut bukan hanya kemiskinan, namun juga kurangnya pengetahuan masyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang optimal,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here