Mencegah Kampanye Hitam

0
1027

Bunaken.co.id – Bara politikus yang memiliki kepentingan untuk berkuasa tentunya akan berupaya mendapatkan banyak simpatisan dan pendukung agar melancarkan upaya mereka mencapai tujuan.
Iskandar
Akan tetapi, yang sangat disayangkan adalah ada sebagian politikus yang juga menjatuhkan lawan politiknya dengan cara-cara yang tidak bisa dibenarkan. Mereka menjatuhkan dengan menyebarkan propaganda-propaganda berbau SARA dan menjelek-jelekkan latar belakang kehidupan masa lalu lawan politiknya.

Hal ini diperparah dengan adanya pasukan bayaran yang terus berupaya agar propaganda-propaganda ini menyebar luas dan menimbulkan opini yang buruk dalam masyarakat terhadap seseorang. Sehingga, orang-orang tak akan lagi melihat dengan jernih mengenai kualitas dari orang tersebut dan stigma negatif terbentuk sesuai dengan keinginan mereka.

Inilah yang saat ini terjadi di Indonesia dimana orang-orang yang berpolitik dan memiliki pengaruh terhadap suatu kelompok masyarakat, saling menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan lawan politiknya atau disebut black campaign.

Hal ini bukan hanya merusak, tapi bisa menghancurkan kedaulatan NKRI,  moral bangsa dan juga kesatuan bangsa. Kamoanye negatif dan kampanye hitam bisa membuat efek jangka panjang, yaitu efek pada generasi penerus yang akan terpancing untuk melakukan hal yang sama karena banyaknya politikus hari ini yang sengaja dan menganggap penggunaan black campaign  sebagai sesuatu yang lumrah atau biasa.

Celakanya lagi, seiring perkembangan teknologi, media untuk melancarkan black campaign pun semakin canggih. Jika dahulu black campaign yang juga dikenal sebagai whispering campaign menggunakan metode desas-desus dari mulut ke mulut, maka dewasa ini telah memanfaatkan kecanggihan teknologi dan multimedia kemudian diviralisasi melalui jejaring sosial online. (**cp)

“Tujuh Sikap Menghadapi Kampanye Hitam”

Kampanye hitam memang bikin mual dan bingung. Namun ada beberapa langkah mudah mengatasi racun kampanye hitam sehingga kita tidak termakan fitnah:

1.Terima kenyataan bahwa kita akan selalu hidup dalam dunia dengan multi-interpretasi.

2. Cermati reputasi media penyampai berita. Tentu ada media yang punya indikasi berpihak. Namun media yang baik biasanya selalu berusaha menjaga fairness dan integritas.

3. Cermati penulis artikel. Setiap penulis punya sejarah pemikiran yang tidak muncul dari ruang vakum dan akan meninggalkan jejak yang mencerminkan integritasnya.

4. Selidiki cerita versi lawan(kompetitor). Bantahan dari pihak lawan adalah obat yang paling tokcer terhadap pikiran picik yang datang dari racun kampanye hitam. Walaupun tidak menyetujui argumen dari pihak kompetitor, mendengar secara berimbang argumen dari kedua pihak sebelum mengambil kesimpulan adalah praktek yang selalu bermanfaat.

5. Cermati nilai-nilai yang menjadi dasar suatu kampanye hitam. Mengapa Jokowi diisukan kurang Islam? Atau mengapa Prabowo diisukan ditolak Abraham Samad? Pihak mana yang coba diambil hatinya oleh kampanye hitam tersebut?

6. Pahami kelakuan media pembawa berita. Adalah wajar kalau media kadang terlihat berpihak, bahkan ketika tidak ada kampanye hitam. Jurnalis yang baik selalu berusaha menampilkan berbagai versi cerita sekaligus untuk mencapai keseimbangan. Yang patut dicermati juga adalah kelakuan media jurnalisme warga(citizen journalism). Ada kalanya, trending article justru bukan artikel dengan kaidah yang baik, melainkan  artikel-artikel yang paling provokatif.  Terima kondisi itu dan silakan melakukan analisis dengan cermat.

7. Cobalah melakukan proses falsification(pembuktian bahwa sesuatu adalah salah). Dalam filsafat science, Karl Popper menganjurkan falsification.  Adalah lebih mudah untuk mencari konfirmasi atau verifikasi dari suatu teori daripada falsifikasi. Sehingga proses falsifikasi justru bisa menghasilkan kesimpulan/teori yang lebih kuat.

#IndonesiaDamai # Indonesia Hebat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here