Berkas Korupsi Pinasungkulan Tembus Pengadilan Tipikor

0
423

Manado, Bunaken.co.id – Pengusutan perkara korupsi revitalisasi pembangunan Pasar Karombasan Tahun 2014, dipacu. Gerak penuntasan yang dibangun Korps Adhiyaksa Kota Manado besutan Budi Panjaitan terlihat, saat berkas terdakwa JN alias Jenny yang pada Selasa (21/11) kemarin telah ditahan, kini telah dilimpahkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Manado.

Informasi tersebut menguat, ketika Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado Melly Suranta Ginting, tiba di Pengadilan pada Rabu (22/12) dengan membawa berkas yang dipegangnya. Ia pun mengakui kalau itu adalah berkas Jenny yang akan diserahkan pada bagian Panitera Muda (Panmud) Tipikor Marthen Mendila.

“Iya ini berkas terdakwa Jenny. Hari ini kita resmi limpahkan ke Pengadilan Tipikor, “jelas Ginting. Ia pun mengaku, pihaknya tak akan berlama untuk menahan berkas tersebut. “Ngapain lama-lama. Udah lengkap kita langsung limpah saja, “tambah Ginting yang dikenal cekatan dalam menuntas kasus korupsi.

Ia pun menegaskan proses hukum ini akan tetap bergulir sampai mempunyai kekuatan hukum tetap. “Iya, itu komitmen kita, sejak awal karena korupsi adalah musuh kita bersama,” tandas mantan Kajari Boroko ini.

Disisi lain pihak Pengadilan Tipikor sendiri, saat dikonfirmasi lewat Humas Moh Alfi Usup membenarkan pelimpahan berkas tersebut. “Ya, berkas tersebut, sudah dilimpahkan. Berkasnya sudah teregister, dengan nomor : 28/Pid.sus-TPK/2017/PN.Mnd,” ungkapnya.

“Kita tinggal menyusun, siapa saja Tim Majelis Hakimnya, dan kita akan segera memulai persidangannya, ” pungkas Usup yang dalam wakti dekat akan beralih tugas sebagai Wakil Ketua PN Bitung.

Diketahui sebelumnya Jenny telah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 12 September 2017. Ia pun
selaku Ketua Koperasi, dipercayakan mengelola dana Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), terkait program revitalisasi di Pasar Karombasan. “Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan aliran dana korupsi tersebut mengalir ke tangan Jenny. Hingga kami tetapkan dia sebagai tersangka,” aku  Ginting sebelumnya

Dia menerangkan, tersangka diduga telah menikmati uang negara sekira Rp500 juta lebih dari pagu anggaran sebesar Rp900 juta.
Selain itu, revitalisasi Pasar Karombasan dinilai tidak tuntas sampai selesai.

“Karena berdasarkan RAB (Rencana Anggaran Biaya, red), pembangunan hanggar 2 unit dan 20 kios. Nyatanya, saat tim penyidik turun ke lapangan, hangar yang dibangun hanya 1 dan belum juga terselesaikan. Sementara untuk pembangunan kios hanya ada 8 bangunan,” rinci Ginting.

Hal itu membuat Jenny dijerat (Primair) Pasal 2 ayat (1), Pasal 2 ayat (1) dan (sekunder) Pasal 3 ayat (1) Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang revisi atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Kami bertekad mengusut tuntas perkara ini. Mohon dukungan masyarakat,” ungkap salah satu Jaksa sarat prestasi tersebut. (*/Viana) .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here