Koalisi Mapalus ‘Duduki’ Kantor Kejati Sulut, Ada Apa?

0
897

Manado, Bunaken.co.id-Dipimpin Noke Paat sebagai Panglima dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Ormas yang tergabung dalam Koalisi Mapaslus. Ratusan massa menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung Kejakaaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (21/11/2017).

KM11
Vera Siby bertindak sebagai koordinator lapangan dalam aksi damai tersebut.

 

Adapun maksud kedatangan Koalisi Mapalus itu, untuk memberikan dukungan kepada pihak Kejati, agar dalam setiap penanganan kasus korupsi tidak terpengaruh pada tekanan dari pihak dari luar.

“Kami tidak datang di sini untuk melawan aparat. Kedatangan kami jusru untuk menjaga Kejati Sulut dari intervensi oknum-oknum lain, untuk semua kasus kami akan kawal” seru Noke dalam orasinya sembari meminta Kajati agar menerima utusan sebagai perwakilan untuk bertatap muka dengan mereka.

Menindaklanjuti keinginan para pendemo,  Kepala Kejati Sulut Mangihut Sinaga melalui Asisten Pidana Khusus (AsPidsus) Muhammad Rawi, menyambut 9 Orang utusan para pendemo untuk masuk ke Gedung Kejati membicarakan tuntutan mereka.

“Mereka itu mendukung kinerja dari Kejati Sulut untuk penanganan korupsi. Kedatangan mereka kemari untuk menanyakan sudah sejauh mana penanganannya,” ujar Rawi.

Lanjut Rawi, para pendemo juga menanyakan soal bagaimana proses penetapan tersangka korupsi oleh pihak Kejati Sulut.

 

KM 22
Utusan dari Ormas Koalisi Mapalus saat bertatap muka dengan pihak Kejati Sulut.

“Dan kami sudah menjelaskan bahwa penetapan tersangka sudah mempunyai alat bukti yang cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka, dan mereka mengerti. Jadi tidak ada masalah sebenarnya,” jelas Rawi.

Sementara itu ratusan aparat gabungan dari 14 Polsek di Manado, Satuan Sabhara Polresta Manado dan Sabhara Polda Sulut diturunkan untuk melakukan penjagaan di Gedung Kejati Sulut. Seusai dari Kejati Sulut, Massa bergerak ke Kantor Departemen Agama (Depag), belum diketahui maksud kedatangan mereka ke Depag.

Diketahui, saat ini dua kasus korupsi yang tengah berproses di Kejati Sulut, yakni Proyek Pemecah Ombak di Minahasa Utara (Minut), dan korupsi pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang. (*/Viana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here