Komplikasi Kebijakan Darurat Selamatkan Ibu dan Bayi

0
399

Tomohon, (Bunaken.co.id) – Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Kesehatan Daerah menggelar kegiatan penanganan dan rujukan kasus komplikasi kebidanan bagi tenaga kesehatan di Kota Tomohon yang bertempat di Hotel Leos ┬áKelurahan Paslaten satu kompleks pasar beriman Kota Tomohon, kamis (7/9/17).

44

Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak, melalui Asisten Umum Novi Politon SE, saat membuka kegiatan menjelaskan kegagalan dalam penanganan kasus kedaruratan obstetri (kebidanan) pada umumnya disebabkan oleh kegagalan dalam mengenal resiko kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan ibu hamil dengan resiko tinggi maupun pengetahuan tenaga medis, paramedis dan penderita dalam mengenal kehamilan resiko tinggi secara dini.

“Maka dari itu bidan selaku tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan penanganan keadaan gawat darurat obstetri neonatal tertentu untuk penyelamatan ibu dan bayi serta melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih berkompeten bila sudah tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas)”,

Aspek dasar yang paling penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman yakni membuat keputusan klinik, asuhan sayang ibu dan sayang bayi, pencegahan infeksi, serta asuhan persalinan dan rujukan kasus komplikasi kebidanan. urai Politon.

Semantara itu Kadis Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Deesje Liuw M Biomed menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah mendeteksi secara dini resiko tinggi pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir serta penanganan rujukan.

“Pentingnya kegiatan ini.diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan dalam mendeteksi dini faktor resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil, nifas dan bayi baru lahir, serta melakukan rujukan pasien beresiko tinggi ke fasilitas pelayanan kesehatan yang berkompeten), jelas Liuw

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber dari Dinas kesehatan daerah Provinsi Sulut, unsur dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dihadiri sebagai peserta tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas, rumah sakit, klinik swasta serta organisasi profesi yang ada di Kota Tomohon. (Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here